Monumen dan Museum Palagan Bojongkokosan Sukabumi

0 39

Monumen dan Museum Palagan Bojongkokosan

Kisah kepahlawanan R.H. Eddie Soekardi dan adiknya R.H. Harry Soekardi terabadikan dalam Museum Palagan Bojongkokosan. Mereka berasal dari Bandung. Namun Kempeitai (polisi miiter Kekaisaran Jepang) membawanya dengan paksa dari kediamannya di Gang Ijan Bandung. Mereka dijadikan tentara Pembela Tanah Air (PETA) di Bogor. Takdir ini menjadikannya sosok berjasa dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

PETA terlahir dari ide Otto Iskandar Dinata, Iyos Wiriaatmaja, dan R. Gatot Mangkupraja pada Masa Pendudukan Jepang. Secara rahasia mereka melakukan pembicaraan mengenai masa depan Negara Indonesia yang memerlukan kader-kader militer. Pada 7 September 1943 Gatot Mangkupradja mengirim surat kepada penguasa militer Jepang. Surat itu berisi permohonan agar Bangsa Indonesia diperkenankan membantu Jepang di garis depan. Maka pada 3 Oktober 1943, Lentan Jenderal Kumakici Harada mengabulkan permohonan itu, dan meresmikan pembentukan PETA.

Museum dan Monumen Palagan Bojongkokosan berada di Jalan Siliwangi No. 75, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Sukabumi. Museum ini terdiri atas dua bangunan. Kondisi keduanya tidak terlalu baik. Tampak kotor dan kusam. Beberapa bagian plafonnya berlubang. Koleksinya pun tidak terawat. Seperti tidak bercerita apa-apa. Maka dari itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman akan merevitalisasi museum ini melalui APBN 2018. Agar museum ini menjadi bagian dari museum-museum terbaik di Indonesia. Museum yang memberikan kenyamanan bagi pengunjungnya. Museum yang dapat memberikan informasi dengan baik. Museum yang dapat menjadi tempat belajar atas peristiwa bersejarah yang pernah terjadi.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/ditpcbm/ https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/ditpcbm/palagan-bojongkokosan-menyulut-lautan-api-di-bandung/
Comments
Loading...