Monumen Colliq Pujie Sulawesi Selatan

0 194

Lokasi Monumen Colliq Pujie

Monumen Colliq Pujie terletak di Coppo, Kec. Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan 90712.

Monumen Colliq Pujie

Colliq Pujie memang tidak begitu populer, kalau dibandingkan dengan pahlawan-pahlawan lainnya di Sulawesi selatan, seperti Sultan Hasanuddin, Syekh Yusuf, dan lain-lain. Padahal Colliq Pujie adalah seorang Pahlawan yang berjasa dalam dunia sastra daerah Indonesia , khususnya untuk budaya dan sastra bugis. Colliq Pujie memiliki nama lengkap Retna Kencana Colliq Pujie Arung Pancana Toa Matinroe ri Tucae.

Tapi sebenarnya namanya Retna Kencana Colliq Pujie yang berarti Pucuk yang terpuji. Arung Pancana Toa merupakan gelar. Sedangkan Matinroe ri Tucae, adalah sebuah anumerta yang disematkan kepadanya setelah beliau meninggal dunia.

Jasa Colliq Pujie di dunia sastra adalah mengharumkan nama Indonesia di dunia Internasional atas kerja kerasnya bersama B. F Mathes menyalin naskah I La Galigo, hingga menjadi naskah dengan kualitas sangat mengesankan dan tersimpan rapi di perpustakaan Universitas Leiden, Belanda. Naskah La Galigo sendiri merupakan Naskah kuno Bugis dan cerita epic yang Panjangnya dikabarkan memiliki panjang melebihi 2 genre sejenis dari India yaitu Mahabharata dan Ramayana.

Awalnya, Colliq Pujie bertemu dengan Mathes karena keinginan Mathes untuk mempelajari Bahasa Bugis. Mathes mengunjungi daerah-daerah bugis, seperti Maros, Pangkajene, dan Tanete. Kedatangan Mathes ke Tanete itulah awal pertemuan Colliq Pujie dengan Mathes.  Kerja sama antara Mathes dan Colliq Pujie dalam menyalin naskah La Galigo berlangsung saat Colliq Pujie diasingkan / dikucilkan di Makassar karena Belanda takut akan Kharisma dan Pengaruh Colliq Pujie yang begitu kuat.

Karena Colliq Pujie merupakan penentang kuat kekuasaan Belanda dan suka melakukan perlawanan. Selama di Makassar, Colliq Pujie bekerja sama dengan Mathes dalam menyalin Naskah La Galigo. Naskah La Galigo itu sendiri didapatkan dari Pencarian Mathes ke berbagai daerah di Sulawesi selatan. Beberapa Naskah ada yang dipinjam, diberi secara sukarela, bahkan ada yang disalin sendiri, karena pemilik Naskah tidak mau memberikan Naskahnya.

Selain Naskah La Galigo yang telah disalinnya, Colliq Pujie memiliki banyak karya sastra diantaranya : Lontaraqna Tanete (Sejarah Kerajaan Tanete), Sureq Baweng, Lontara Bilang, Elong (Pantun Bugis), dan Kumpulan adat istiadat Bugis serta berbagai Tata Krama yang berhasil memukau banyak kalangan karena gaya tutur dan isinya yang sarat pengetahuan tentang budaya. Banyak karyanya tersimpan di museum Leiden, Belanda dan Yayasan Mathes Makassar.

Colliq Pujie lahir pada tahun 1812 dan meninggal pada tahun 1826. Pahlawan besar dunia Sastra dan Budaya Bugis berdarah bugis – melayu ini merupakan Anak dari Raja salah satu Kerajaan yang menjadi cikal bakal berdirinya Kabupaten Barru. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Barru membangun Monumen agar Colliq Pujie semakin dikenal

Source https://travelfauziamir.wordpress.com/ https://travelfauziamir.wordpress.com/2015/09/08/802/
Comments
Loading...