Monumen Chairil Anwar Malang

0 84

Monumen Chairil Anwar

Bila Anda melewati pertigaan Jalan Basuki Rahmad dan Jalan MGR Sugiono Pranoto pasti akan menemui sebuah patung dada Chairil Anwar, yaitu seorang penyair yang terkenal dengan sajak Aku dan dikenal sebagai Si Binatang Jalang. Patung ini berada di sebuah taman kecil di depan Gereja Katolik Hati Kudus Yesus (yang didirikan pada 1905) dan di dekat Toko Oen (yang dibuka sejak 1930). Lokasinya sangat dekat dengan Alun-alun Kabupaten di Jalan Merdeka.

Untuk selalu mengobarkan semangat para pemuda, atas gagasan seorang pemuda Achmad Hudan Dardiri, dibangunlah Monumen Chairil Anwar. Selain ia adalah seorang intelektual dan mantan pejuang dari Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) ia juga menyukai puisi. Tidak heran Achmad Hudan Dardiri merupakan pengagum berat Chairil Anwar. Lalu ia ditunjuk sebagai ketua panitia pembangunan Monumen Chairil Anwar yang berada di poros Jalan Kayutangan itu. Beliau kelak menjadi walikota Pasuruan (1969-1975) dan bupati Jombang (1978-1983).

Patung torso ini dibuat oleh perupa Widagdo di atas pedestal yang bertuliskan sajak Aku yang terkenal itu. Monumen Chairil Anwar itu kemudian diresmikan oleh walikota Malang, M. Sardjono Wirjohardjono, pada 28 April 1955. Sengaja patung ini dibangun di tengah-tengah poros jalan utama waktu itu yaitu di Jalan Kayutangan. Monumen ini ditempatkan di sini karena letaknya sangat strategis jika ingin menyampaikan pesan apapun kepada masyarakat Malang. Sekarang nama Jalan Kayutangan telah diubah menjadi Jalan Letjen Basuki Rachmad sejak tahun 1969.

Sampai saat ini, patung penyair besar ini hanya ada dua saja di Indonesia. Satu lagi berada di Taman Monas Jakarta, yang diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta R. Suprapto pada tanggal 21 Maret 1986. Di Taman Monas ini tersimpan bersama patung sejumlah tokoh pahlawan lainnya, seperti Moh. Yamin. Bedanya Monumen Chairil Anwar di Kota Malang ini merupakan satu-satunya di Indonesia yang dibangun di kawasan tengah kota.

Chairil Anwar dikenal sebagai Si Binatang Jalang (dari karyanya yang berjudul Aku) adalah penyair terkemuka Indonesia. Ia dilahirkan di Medan, Sumatera Utara, pada 26 Juli 1922 dan meninggal di Jakarta pada 28 April 1949 pada umur 26 tahun. Ia Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, ia dinobatkan oleh H.B. Jassin sebagai pelopor Angkatan 45 dan puisi modern Indonesia.

Chairil Anwar memang pernah punya kenangan tersendiri di Kota Malang pada tahun 1947. Saat itu, Kota Malang ditunjuk sebagai tempat menggelar Sidang Pleno Kelima Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), cikal bakal lembaga Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia. Bekas gedung Societiet Concordia di zaman Belanda, dijadikan tempat sidang KNIP pada tanggal 25 Februari hingga 6 Maret 1947. Sekitar empat bulan kemudian gedung tempat Sidang Pleno KNIP ini hancur saat terjadi Agresi Militer Belanda I.

Di kisaran waktu itulah Chairil Anwar berada di Malang dan menggubah puisi berjudul Sorga (bertanggal 25 Februari 1947), Sajak Buat Basuki Resobowo (bertanggal 28 Februari 1947) dan Dua Sajak buat Basuki Resobowo (bertanggal 28 Februari 1947). Saat ini Gedung Rakjat itu sudah tidak ada lagi dan berubah menjadi Plaza Sarinah, pusat perbelanjaan dan pelesiran dari zaman Orde Lama.

Saat penyair Chairil Anwar singgah di Kota Malang ini memberikan semangat tersendiri bagi para sastrawan dan budayawan dari Malang. Dalam sejarahnya Kota Malang telah melahirkan sejumlah sastrawan dan budayawan terkemuka yang turut memberikan sumbangsih dalam khazanah kesusastraan di Indonesia, termasuk di antaranya adalah Hudan Dardiri, Indraswari Ibrahim, Emil Sanossa, Tengsoe Tjahjono dan sastrawan-sastrawan lainnya. Sayangnya Monumen sastrawan Chairil Anwar yang berada di Jalan Basuki Rahmad itu kondisinya memprihatinkan dan tak terawat padahal lokasinya berada di jantung kota.

Source http://ngalam.id http://ngalam.id/read/4965/monumen-chairil-anwar/
Comments
Loading...