Masjid Raya Sultan Akhmadsyah Sumatera Utara

0 234

Lokasi Masjid Raya Sultan Akhmadsyah

Masjid Raya Sultan Akhmadsyah terletak di Jalan Masjid, kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Kota Tanjung Balai, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia.

Masjid Raya Sultan Akhmadsyah

Masjid Raya Sultan Ahmadsyah Tanjung Balai mulai dibangun tahun 1884 dan selesai dibangun pada tahun 1886. Penggagas pembangunannya adalah Sultan Ahmadsyah yang bergelar Marhum Maharaja Indrasakti memerintah Kesultanan Asahan mulai tahun 1854 hingga 1888, Sultan Ahmadsyah naik tahta menggantikan ayahanda-nya Sultan Muhammad Hussein Syah (1813-1854). Dari tahun pembangunannya, Masjid Raya Sultan Akhmadsyah ini jauh lebih tua dibandingkan dengan Masjid Raya Al-Mahsun di Kota Medan (1909) maupun Masjid Raya Sulaimaniyah (1894) di kabupaten Serdang Bedagai.

Fungsi didirikannya Masjid Raya Sultan Ahmadsyah bukan hanya sebagai sebuah tempat ibadah, tetapi juga merupakan tempat strategis bagi pengembangan masyarakat, Selain sebagai tempat ritual, masjid juga sebagai pusat tumbuh dan perkembangnya kebudayaan Islam. Di dalamnya dilakukan penyusunan strategi, perencanaan dan aksi di dalam kerangka penyebaran Islam di tengah kehidupan masyarakat. Selain sebagai kepentingan ritual ibadah keagamaan, juga memiliki kepentingan politis untuk melawan hegemoni penjajah.

Bangunan Masjid Raya Sultan Akhmadsyah

Ciri utama dari masjid ini adalah bangunan Melayu. Hal ini terlihat dari bentuk bangunannya yang berbentuk persegi panjang seperti kebanyakan bangunan Melayu. Pada pinggir atapnya juga terdapat ciri khas bangunan Melayu yaitu ukiran pucuk rebung. Keunikan masjid ini adalah tidak terdapat pilar di bagian dalam masjid yang bermakna Allah tidak memerlukan penyangga untuk berdiri.

Padahal bangunan dasar dari masjid ini hampir tidak memakai semen melainkan pasir dan tanah liat serta batu bata. Keunikan lainnya yaitu kubah masjid tidak terletak di tengah bangunan melainkan di bagian depan masjid sehingga jika dilihat dari depan, masjid ini terkesan biasa namun menyembunyikan keunikannya.

Di dalam masjid terdapat mimbar yang berornamen Cina. Mimbar ini didatangkan langsung oleh Sultan dari Cina. Panji hijau kembar terpancang kokoh di bagian belakang mimbar, seperti kebanyakan di masjid masjid kesultanan lainnya. Di bagian depan mimbar, terpahat kaligrafi dengan gaya khat tsuluts yang amat indah.

Source http://bujangmasjid.blogspot.co.id/ http://bujangmasjid.blogspot.co.id/2016/08/mesjid-raya-sultan-akhmadsyah-tanjung.html
Comments
Loading...