Mesjid Jami’ Nurul Wathan

0 23

 Mesjid Jami’ Nurul Wathan

Mesjid Jami’ Nurul Wathan, mesjid tua yang berdiri di Dusun Dua Teluk Dalam Kecamatan Kuala Indragiri Ini nyaris tidak layak pakai karena kondisinya sudah sangat Memprihatinkan.

Bagaimana tidak, mulai dari kondisi fisik bangunan hingga kelengkapan peralatan dalam mesjid itu dibawah tidak mendukung dalam memanjakan ummatuntuk beribadah.

“Ekonomi kami tidak stabil, jadi harap dimaklumi sajalah mesjid ini tidak terawat dengan baik,” kata salah seorang penduduk setempat seperti dikutip dari detikriau.org.

Menurut masyarakat, mesjid tersebut merupakan bangunan yang didirikan oleh datuk HM Wardan (Bupati Inhil) yakni KH Abdurrahman Ya’qub bin H Ya’kub Meski tidak secara keseluruhan tetapi beberapa puing mesjid tersebut terdapat sejarah zaman dahulu.

Ditempat terpisah, Kepala Desa Teluk Dalam, Yurnalis Iswandi membenarkan bahwa mesjid itu peninggalan dari datu Bupati Wardan yang dibangun pada tahun 1939 Masehi.

Jika diurutkan, ulama sebelum kemerdekaan ini kembali membangun Mesjid di Enok tahun 1941, Mesjid Kuala Reteh dan Sungai Gergaji pada tahun 1955 dan terakhir sebuah Mesjid di Pasar Kembang tahun 1969.

Namun katanya, jika tidak ada perawatan serius maka tidak ada arti yang signifikan pembangunan bersejarah tersebut, terutama kondisi Mesjid di Teluk Dalam.

“Proposal permohonan sudah kita masukkan ke Kesra Setdakab Inhil sekitar 2 minggu yang lalu, kami berharap dibantu sesuai harapan,” kata Yurnalis.

Dikutip dari republika.co.id, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, akan mendata masjid tua di daerah itu untuk mengetahui kondisi riil dan memberikan bantuan renovasi.

“Kita ingin agar masjid tua yang menjadi tonggak pengembangan agama Islam dan tempat menuntut ilmu agama bagi generasi terdahulu tetap berdiri kokoh melalui perawatan dan renovasi,” kata Bupati Inhil, M Wardan, di Tembilahan, Riau, Minggu.

Di Inhil ada beberapa masjid tua dan bersejarah, seperti Masjid Jami’ Al-Muttaqin di Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Keritang.

Bupati menegaskan, masjid bersejarah harus mampu memotivasi generasi muda untuk terus mendalami ajaran Islam yang bersumber dari Al Qur’an dan hadits serta menjadikan buku dan kitab kuno sebagai bahan rujukan.

Bangunan masjid Jami’ Al-Muttaqin didirikan oleh Syekh Abdurrahman Ya’qub pada awal kemerdekaan. Ia merupakan tokoh ulama dan pendidikan Islam di Kabupaten Inhili dan juga mendirikan Ponpes Nurul Wathan Pasar Kembang, Keritang.

Selama ini bangunan masjid ini telah mengalami beberapa kali pemugaran, baik dari dana swadaya masyarakat ataubantuan pemerintah.

“Maka, mulai 2014 ini akan dilakukan pendataan terhadap bangunan masjid tua dan bersejarah di Inhil, untuk dapat dibantu dalam usaha pemugarannya,” kata bupati.

Source http://www.inhilklik.com http://www.inhilklik.com/news/detail/1212/memprihatinkan-salah-satu-masjid-tertua
Comments
Loading...