situsbudaya.id

Mengenal Rumah Tradisional Banjar Kalimantan Selatan

0 37

Mengenal Rumah Tradisional Banjar

Rumah Tradisional Banjar adalah sebutan untuk rumah tradisional yang terdapat di Provinsi Kalimantan Selatan. Saat ini, tidak banyak ditemukan lagi rumah-rumah tradisional tersebut. Diperkirakan karena era pembangunan dan globalisasi mempengaruhi berkurangnya jumlah rumah-rumah tradisional. Rumah-rumah tersebut telah mengalami perubahan, baik karena pelapukan maupun dirubah sendiri oleh pemilik karena kebutuhan. Rumah-rumah tersebut adalah sebagai berikut:

Rumah Ka’i Mukhsin adalah salah satu jenis rumah tradisional banjar yang masih dapat disaksikan saat ini. keberadaannya memberikan banyak informasi, terutama adanya perbedaan arsitektural rumah bagi masing-masing golongan yang dikenal dengan istilah sosiofak.

Secara administratif, rumah ini terletak di jalan Raya Batakan No. 88, Desa Batu Tungku, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Berada pada koordinat 50 N 0245002 9558159 dengan ketinggian 28 m di atas permukaan laut. Posisi rumah menghadap ke arah selatan atau jalan raya. Akses menuju rumah tersebut tergolong mudah, dapat ditempuh dengan roda dua dan roda empat. Secara geografis, batas bangunan tersebut adalah sebelah utara dengan kebun pisang, di sebelah selatan berbatasan dengan jalan raya Batakan, di sebelah timur berbatasan dengan rumah warga, serta rumah warga dan sungai di sebelah barat. Saat ini Rumah Ka’i Mukhsin dihuni oleh istri, anak, dan menantu dari Kai’ Muksin.

Secara keseluruhan, bahan yang digunakan terbuat dari kayu ulin. Rumah berdenah persegi panjang dengan ukuran panjang 21,57 m dan lebar 10,92 m. Di lingkungan sekitar rumah Ka’i Mukhsin masih terlihat beberapa deretan rumah dengan arsitektur yang sama, namun banyak mengalami perubahan dan penggantian bahan. Dari informasi Bapak Kholil, cucu dari Ka’i Mukhsin, awalnya rumah-rumah yang ada di desa tersebut dihuni oleh para habib atau khatib, sehingga arsitektur rumah memiliki unsur timur tengah yang terlihat pada penggunaan warna pintu dan ukiran bakurawang pada tawing halat (dinding pembatas).

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbkaltim/ https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbkaltim/mengenal-rumah-tradisional-banjar/
Comments
Loading...