Mengenal Candi Penataran Blitar

0 136

Candi terbesar di Jawa Timur yang terletak di lereng Barat Daya Gunung kelud ini merupakan candi yang berlatar belakang candi Hindu yang kebaradaannya telah ada pada jaman kerajaan Kediri dan di pergunakan sampai era Majapahit berlangsung. Wilayah candi ini terletak di ketinggian 450 M dari permukaan laut. Tepatnya di desa Panataran, Kecamatan Nglegok, Blitar.

Candi terbesar di Jawa Timur atau candi yang bernama Candi Penataran ini di temukan pada tahun 1815 di temukan oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang merupakan Letnan Gubernur Jendral kolonial Inggris di Indonesia saat itu. Letnan ini pernah mengadakan kunjungan bersama sama dengan Dr.Hoesfield yaitu seorang ahli ilmu Alam ke Candi Panataran, dan hasil kunjungannya ini kemudian di bukukan, judul dari buku ini sendiri adalah “History of Java, yang di terbitkan dalam bentuk dua jilid. Setelah kunjungan kunjungan Rafless ini, kemudian banyak peneliti peneliti lain seperti : J.Crawfurd yaitu seorang asisten residen di Yogyakarta, selanjutnya setelah itu Van Meeteren Brouwer pada tahun 1828, Junghun pada tahun 1884, Jonathan Ring pada tahun 1848 dan N.W. Hoepermans pada tahun 1886, ia mengadakan inventarisasi di komplek candi Panataran.

Dalam kitab Negarakertagama, Candi Penataran disebut dengan nama Candi Palah. Diceritakan bahwa Raja Hayam Wuruk (1350 – 1389 M) dari Majapahit sering mengunjungi Palah untuk memuja Hyang Acalapati, atau yang dikenal sebagai Girindra (berarti raja gunung) dalam kepercayaan Syiwa. Oleh karena itu, jelas bahwa Candi Palah sengaja dibangun di kawasan dengan latar belakang Gunung Kelud, karena memang dimaksudkan sebagai tempat untuk memuja gunung. Pemujaan terhadap Gunung Kelud bertujuan untuk menangkal bahaya dan menghindarkan diri dari petaka yang dapat ditimbulkan oleh gunung tersebut.

Berdasarkan tulisan pada sebuah batu yang terletak sisi selatan bangunan utamanya, diduga bahwa Candi Palah dibangun pada awal abad 12 M, atas perintah Raja Srengga dari Kediri. Walaupun demikian, Candi Panataran terus mengalami pengembangan dan perbaikan sampai dengan, bahkan sesudah, masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk. Dugaan ini didasarkan pada berbagai angka tahun yang tertulis pada berbagai tempat di candi ini yang berkisar antara tahun 1197 sampai tahun 1454 M. Seluruh areal Panataran, kecuali halaman yang berada di bagian tenggara, terbagi oleh dua jalur dinding yang melintang dari utara ke selatan menjadi tiga bagian.

Source Mengenal Candi Penataran Blitar Blitar Tourism
Comments
Loading...