Menara Air Sleko

0 34

Menara Air Sleko

Menara Air Sleko cukup familier di Kota Madiun. Keberadaannya tepat di belakang Pasar Sleko ini cukup mudah dilihat. Apalagi berada di ketinggian. Memiliki tinggi sekitar 20 meter. Sekilas bangunan memang tampak baru. Namun, menara di Kelurahan Pandean, Taman ini sejatinya dibangun saat era kolonial dulu. Tak heran, pemerintah setempat getol mengusulkan menjadi bangunan cagar budaya tahun ini.

Menara dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda. Namun, tahun pastinya belum dapat diketahui karena minimnya data,’’ kata Kepala Disbudparpora Kota Madiun Agus Purwowidagdo. Sebab, prasasti pembangunan sudah tidak diketahui keberadaannya. Prasasti tergusur pembangunan pompa air. Itu lantaran adanya peningkatan pelayanan kebutuhan air. Sebaliknya, lahan disekitar menara kelewat sempit. Bangunan memang mengalami beberapa kali pemugaran. Tak heran, jika terlihat baru.

Bangunan dulunya tidak bercat biru seperti sekarang ini. Dulunya bercat hijau. Menara Air Sleko dibangun pemerintah kolonial di daerah Madiun untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Kota Madiun. Air bersih dialirkan melalui waterleiding (pipa air) ke beberapa tempat di kota terutama untuk pemukiman. Menara air ini memiliki kapasitas daya tampung sekitar 750 m kubik air. Bangunan berbentuk simetris dari depan. Berdenah persegi empat dengan pintu utama di sisi barat. Pintu berbentuk kupu tarung berbahan besi. Mengeliligi sisi bangunan ditempatkan bouvenlich berbahan kaca yang berfungsi sebagai penyinaran.

Menara terdiri dari satu unit bangunan, dibentuk dari tembok dinding yang cukup tebal dan pilar-pilar beton yang menempel pada dinding sisi-sisi bangunan. Hal tersebut memberi kesan bangunan tampak kokoh. Atap bangunan berbahan beton dengan tiang-tiang beton di atas yang menjulang tinggi ditambah dengan beberapa pipa besi dalam ukuran besar yang berfungsi untuk menyalurkan air. Tiang-tiang beton menyangga ruang tertutup yang berada diatasnya. Ini merupakan ruang yang berfungsi sebagai menara air yang berada di bagian paling atas.

Penyelesaian ruangan bagian dalam memiliki jarak lantai dan atap bangunan yang cukup tinggi. Tepat di bagian tengah ruang ditempatkan satu kolom beton yang cukup tebal yang berfungsi sebagai tiang utama penyangga bangunan dan penyangga menara air yang berada pada bagian paling atas bangunan ini.

Di dalam ruangan ini terdapat tabung-tabung yang cukup besar sebanyak tiga buah tabung sebagai tempat penampungan air. Selain itu, berdiri beberapa pipa besi sebagai saluran air. Pada sisi-sisi dinding bangunan terdapat pilar-pilar beton yang menempel pada dinding bangunan. Bangunan tidak memiliki rangka atap. Penutup bagian atas bangunan berupa beton. Atap pada bagian dalam ditempatkan balok-balok beton sebagai penyangga atap.

Source http://madiuntoday.id http://madiuntoday.id/2018/05/04/sdn-05-madiun-lor/
Comments
Loading...