Meisjesschool Kaaten di Tomohon, Kamp Tahanan bagi Wanita Eropa

0 21

Meisjesschool Kaaten di Tomohon, Kamp Tahanan bagi Wanita Eropa

Bamgunan tua zaman Belanda yang terletak di Kelurahan Matani I, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, itu menjadi saksi sejarah kelam pendudukan Jepang di Tomohon pada masa Perang Dunia II.

Prot Meisjeschool Tomohon, demikian plang nama tua dari kayu zaman Belanda terpampang di sisi kiri gedung yang terletak di Jalan Raya Tomohon-Tondano itu.

Bangunan menyimpan kisah pilu itu kini berganti keceriaan para bocah-bocah SD yang mengenyam pendidikan. Bangunan Meisjesshool kini berada di bawah pengelolaan Yayasan AZR Wenas dan difungsikan sebagai Sekolah Dasar (SD) GMIM 3 Tomohon.

Namun, saat Jepang menguasai Tomohon bangunan sekolah untuk wanita itu difungsikan menjadi kamp tahanan wanita Eropa. Sejarah mencatat para tahanan wanita menjadi korban perkosaan. Hari-hari dilewati dengan siksaan fisik dan batin.

Ben Palar, sejarawan Minahasa, mengungkap, sejarah yang melatarbelakangi berdirinya Meisjesschool dimulai pada 1854. Berawal ketika Belanda menciptakan semacam golongan bangsawan bagi kepala distrik atau ukung tua di Minahasa.

Belanda menggelar pesta payung, sebuah acara khusus pemberian hak khusus bagi ukung tua yang pro Belanda. Hak khusus itu menjadi semacam tanda pengenal yang belakangan dianggap oleh para kepala distrik sebagai ‘tiket’ sebagai seorang bangsawan.

Merasa seperti bangsawan, anak-anak para ukung tua pun layaknya harus menerima pendidikan. Maka itu kemudian dibangun fasilitas pendidikan disebut Hovden School atau sekolah raja di Tondano untuk pendidikan anak laki-laki. Untuk perempuan didirikanlah Meisjesschool.

Source http://manado.tribunnews.com http://manado.tribunnews.com/2016/05/29/meisjesschool-kaaten-di-tomohon-kamp-tahanan-bagi-wanita-eropa?page=3
Comments
Loading...