Masjid Tuwo Padang Aceh Selatan Nanggroe Aceh Darussalam

0 36

Masjid Tuwo Padang Aceh Selatan Nanggroe Aceh Darussalam

Masjid Tuwo Padang terletak di Kelurahan Padang Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan.Menurut informasi salah seorang tokoh masyarakat setempat dan berdasarkan pada data (dokumentasi) yang terpajang pada papan informasi di dalam masjid Tuwo Padang pertama sekali dibangun pada tahun 1276 H (1858 M). Angka tahun tersebut terdapat dan ditulis pada salah satu tiang masjid di sisi barat yang diabadikan pada salah satu tiang untuk mengingatkantahun pertama berdirinya masjid ini. Bangunan masjid dibangun sangat sederhana berbentuk panggung, berkonstruksi kayu dan beratap limasan tumpang dua, dinding dan lantainya terbuat dari papan dan tidak memiliki serambi.

Menurut keterangan dari tokoh masyarakat setempat masjid ini telah mengalami perubahan dan pemugaran sejak tahun 1927 M. Pemugaran tersebut atas prakarsa Kapalo Nagari dan tokoh-tokoh terkemuka antara lain T. Abdurrahman, T. MahidinNur, dan T. Raja Pakeh Kepala Landschap Tapaktuan secara gotong royong. Dengan demikian, bangunan Masjid mulai sempurna dengan menggantikan bagian-bagian yang telah lapuk seperti lantai dan dinding. Masjid yang dahulu berbentuk panggung dan lantainya dari papan sangat mudah lapuk sehingga bangunannya diganti dengan menggunakan bahan semen.

Secara keseluruhan Masjid Tuwo Padang berdenah persegi empat, terdiri dari ruang utama,serambi, dan mihrab. Bentuk atap limas bertingkat dua terbuat dari seng. Masjid ini berdiri di tengah-tengah pemukiman di pinggir jalan Kelurahan Padang yang dibatasi dengan sekolah dan rumah penduduk. Disebelah utara dibatasi dengan jalan dan rumah penduduk, sebelah timur berbatasan dengan jalan dan gedung sekolah MTsN. Sementara di sebelah selatan berbatasan dengan gedung Sekolah Dasar Padang dan sebelah barat berbatasan dengan rumah penduduk. Masjid ini menghadap ke arah timur yang dikelilingi oleh pagar tembok di bagian bawahnya dan bagian atasnya jeruji besi dicat warna putih dengan pintu gerbang utama di sisi timur.

Pada pintu gerbang masuk halaman masjid terdapat panel tiang pigura dari tembok berbentuk panjang. Di bagian atasnya dibentuk melengkung yang dilengkapi dengan hiasan mustaka berwarna hitam dan tulisan Allah berwarna putih. Pada panel ini terdapat tulisan kaligrafi Arab yang berbunyi: “Udkhuluuha bisalaamin aaminiin“ yang artinya “masuklah ke dalamnya dengan aman sentosa”.

Pada halaman masjid di bagian timur dibuat jalan setapak yang dipasang conblok dan tegel. Pintu masuk ruang utama masjid berada di sisi sebelah timur. Sebelum masuk ruang utama terdapat teras atau serambi dan tigabuah tiang beton yang berfungsi sebagai penyangga atap serambi. Selain itu, terdapat tiga buah pintu masuk berbentuk persegi yang terdiri dari dua daun pintu terbuat dari kayu.

Di dalam ruang utama terdapat 4 tiang soko gurudan 12 tiang lainnya berbentuk segi delapan. Empattiang soko guru terletak di tengah ruangan dan berfungsi sebagai penopang atap tumpang satu dandua. Sementara dua belas tiang lainnya terletak diseluruh sisi bangunan yang berfungsi sebagai penyangga dinding dan atap tumpang satu.

Lantai terbuat dari keramik, dinding sisi utara, selatan, dan timur terbuat dari papan, sedangkan dinding sisi barat telah diganti dengan beton. Jendela terletak di dinding sisi utara dan selatan masing-masing ada tiga buah berbentuk persegi panjang terbuat dari kayu yang terdiri dari dua daun jendela. Di sisi barat terdapat tigabuah jendela terbuat dari kaca berbentuk persegi panjang yang dilengkapi lubang angin berbentuk busurdengan ventilasi berbentuk jari-jari.

Mihrab berada pada sisi barat menjorok ke luardan mempunyai tiga relung, yang bagian atasnya berbentuk setengah lingkaran dan terdapat pola hiasan kaligrafi berupa ayat-ayat suci Al-Quran. Pada relung pertama diberi pintu yang difungsikan sebagai tempat menyimpan Al-Quran dan kitab-kitab agama. Relung tengah berfungsi sebagai tempat imam memimpin shalat. Sementara pada relung ketiga terdapat mimbar terbuat dari kayu dan pada badan mimbar terdapat tulisan Allah.

Ruangan serambi berada di sisi utara, timur, dan selatan. Lantainya dibuat dari keramik yang berwarna putih. Serambi merupakan ruangan terbuka tanpa dinding. Bangunan serambi terdiri dari tiga buah tiang yang berbentuk empat persegi, adapun fungsinya adalah sebagai penyangga atap serambi yang berbentuk limas. Bangunan serambi pada sisi utara dan timur lebih luas dari pada serambi yang berada di sisi selatan.

Beduk merupakan salah satu perlengkapan masjid. Adapun fungsinya adalah sebagai media untuk menyampaikan waktu shalat telah tiba di samping untuk memberitahukan berita-berita penting kepada masyarakat, misalnya tentang kebakaran, serangan musuh, dan bahaya banjir. Hal itu merupakan tradisi atau adat di kalangan masyarakat Aceh khususnya dan di Nusantara umumnya.

Demikian juga di dalam masjidini dapat dijumpai sebuah beduk yang terletak di ruangserambi di sudut dinding sisi barat. Letak beduk diapit dengan tralis kayu dilengkapi dengan angka tahun pembuatannya ditulis pada papan digantung di dinding. Angka tahun yang tertera di papan tersebut yaitu 1280H (1862 M) atau empat tahun setelah didirikan Masjid Tuwo Padang (bangunan lama). Beduk ini tidak difungsikan lagi sebagaimana mestinya.

Keunikan yang terdapat pada bangunan masjid ini adalah pada ornamen pola hias berupa sulur-suluran dan bunga teratai. Ini terdapat pada semua balok lari dan balok linteung dengan warna dasar biru muda. Sementara ornamen-ornamennya berwarnamerah, kuning, hijau, biru, dan putih. Pada balok miring dan balok kap (indreng) di bagian depan terdapatpola hias sulur-suluran dan kembang teratai. Terdapat kaligrafi Arab pada balok kap yang terdapat di atas pintu masuk ruang utama masjid.

Adapun kalimat kaligrafi yang tertera di atas pintu masuk sebelahkanan berbunyi: “Ya Jibril, Ya Mikail, Ya Israfil, Ya Izrail“. Kaligrafi yang tertera di atas pintu tengah berbunyi :“Lailaaha Illallah, Muhammadurrasuulullah, Ya Allah, Ya Muhammad, Allahu fahuwa Hayyun Laa Syariikalahu, Fainnaka mansyuura“. Sementara kaligrafi yang terdapat di atas pintu sebelah kiri berupa nama empat orang shahabat rasulullah yang berbunyi: “Ya Umar, Ya Usman, Ya Ali, Ya Abu Bakar“. Pada balok ujung dipenuhi dengan pola hias sulur-suluran dan tali terkait berwarna biru dan merah.

Umumnya para seniman ukir atau seniman kriyalokal mereka mengekpresikan bakat seni dan rasa estetikanya di atas kayu. Biasanya untuk bangunan rumah-rumah, gedung-gedung pertemuan, meunasah, dan masjid-masjid diukir dengan motif kaligrafi berupagaris-garis, motif kembang dan sulur-suluran. Semua motif tersebut mempunyai makna dan lambang simbolik bagi masyarakat Aceh Selatan.

Demikian juga tata warna, lebih didominasi oleh warna-warna yang terang sehingga mengandung kesan yang tegas dan menantang. Warna yang digunakan seperti warna merah darah, hijau rumput, kuning emas, ungu, biru, dan hitam. Menurut masyarakat warna-warna tersebut mengandung makna dari ciri khas dan budaya masyarakat Aceh Selatan itu sendiri.

Di kalangan masyarakat Aceh warna hitam mempunyai makna universalisme yaitu mengandung kesan keanggunan, keluhuran, keagungan, dan keabadian. Warna merah mewakili watak kegagahan, keberanian, kesyuhadaan, dan kemujahidian. Hijau adalah warna keagungan dalam kehidupan dan ketuhanan. Sementara kuning berarti kesejahteraan (yang diibaratkan kepada warna gabah dan emas).

Sementara itu warna biru adalah lambing cakrawala menuju keharibaan Allah serta warna laut yang luas tak bertepi sebagai simbol atau lambang dari wawasan berpikir dalam menghadapi serta memecahkan berbagai persoalan. Warna putih merupakan warna suci dan sakral, dalam persepsi budaya masyarakat Aceh Selatan khususnya, warna tersebut melambangkan kesucian, sehingga kebanyakan bangunan masjid diberikan catdengan warna putih karena dianggap sebagai tempat suci bagi umat Islam. Demikian juga dengan Masjid Tuwo Padang ini kini seluruhnya dicat dengan warna putih.

Source https://gpswisataindonesia.wordpress.com https://gpswisataindonesia.wordpress.com/2014/07/20/masjid-tuwo-padang-aceh-selatan-nanggroe-aceh-darussalam/
Comments
Loading...