Masjid Tuo VII Koto Kabupaten Padang Pariaman

0 3

Masjid Tuo VII Koto Kabupaten Padang Pariaman

Mesjid ini didirikan oleh Syekh Burhanuddin (penyiar Agama Islam di Minang Kabau) pada tahun 1105H/1727 M.

Mesjid ini berfungsi sebagai tempat pelaksanaan Ibadah, pengajian-pengajian dan sebagai tempat pertemuan masyarakat untuk bermusyawarah serta memperingati hari-hari keagamaan seperti Maulid Nabi SAW, Israk Mijrat dll.
Sewaktu mendirikan mesjid ini sebagai kepala tukang Gengsi Dt Tantero Dirajo beliau berasal dari Padang Panjang. Pembuatan mesjid ini dilakukan dengan cara gotong royong oleh masyarakat Sungai Sarik dan sekitarnya dipimpin oleh pemangku adat waktu itu Dt Panji Alam (mamak Dt Pangkayo Basa). Maka pada masa itu seluruh lapisan masyarakat mengumpulkan bahan material seperti batu kali, pasir yang diambil dari sungai sampai pada pencarian kayu untuk tonggak Tuo/Tiang utama yang dikenal dengan Tonggak Macu.

Selanjutnya pada tahun 1109 H/1731 M Panji alam kembali bermusyawarah dengan masyarakat batagak kudo-kudo dan pada saat itu penanggung jawab kegiatan Pemangku syarak yaitu labai Nan Barampek (Labai Nagari Lareh Nan Panjang, Labai Nagari kampung Bendang, Labai Nagari Buluh Kasok dan Labai Nagari Bisati) dan dari kalangan Adat yaitu Penghulu Nan Baranam (Dt Rangkayo Pandak dari suku Mandahiliang, Dt Rangkayo Basa dari suku Tanjuang, Dt Ali Basa dari suku sikumbang, Dt rangkayo Marajo dari suku Jambak, Dt Rangkayo Sati dari Suku Koto, Dt Alat Camano dari Suku Piliang) dan ditambah 1 orang lagi Pamuncak yaitu Dt Parpatiah dari suku Panyalai.

Pada tahu 1110/1732 M Bangunan utama Mesjid selesai dibangun. Atap mesjid awalnya terbuat dari ijuk, sebagai wujud rasa syukur kepala allah SWA pada tahun yang sama dilaksanakanlah peringatan Maulid Nabi Muhamad SWA besar-besaran yang dihadiri oleh syekh Burhanuddin acara ini namanya Bacambue Maulud yang diadakan setelah sholat Zuhur dan akhirnya menjadi tradisi sampai sekarang.

Pada tahun 1270H/1902M atap ijuk mesjid diganti dengan atap seng, selesainya pembangunan mesjid pada tahun 1910. Mesjid Raya ini digunakan masyarakat tempat beribadah, pengajian, pertemuan, menetapkan 1 Syawal ,1 Muharam dengan cara meniliak bulan sampai sekarang masih berlanjut.

Source http://cagarbudayapadangpariaman.blogspot.com http://cagarbudayapadangpariaman.blogspot.com/2015/03/benda-cagar-budaya-masjid-tuo-vii-koto.html
Comments
Loading...