Masjid Tua Sentajo (Raudhatul Jannah) Kuantan Singingi

0 34

Masjid Tua Sentajo (Raudhatul Jannah)

Masjid Raudhatul Jannah diperkirakan berdiri sejak tahun 1800- an. Masjid ini dibangun dengan menggunakan 17 tiang kayu sebagai pondasi. Jumlah kayu pondasi melambangkan 16 hulubalang dan 1 ketua sebagai simbol Kenegerian Sentajo zaman dulu. Masjid Raudhatul Jannah berukuran 14,5 m x 14 m m atau luasnya adalah 203 m². Dari facadenya bangunan ini terlihat telah mengalami pemugaran, terlihat dari pemberian warna cat, penambahan keramik pada dinding dan lantai. Pondasi bangunan masjid tidak diketahui, karena tertutup bangunan dan tidak terlihat. Bangunan masjid ini terdiri dari satu lantai. Lantai juga telah berubah menjadi lantai keramik berwarna putih berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 40 cm x 40 cm.

Bangunan Masjid Raudhatul Jannah ini bergaya arsitektur perpaduan kolonial dan tradisional. Arsitektur kolonial terlihat dari dinding bangunan yang terbuat dari bata berspesi kapur dengan ketebalan dinding sekitar 31 cm, selain itu arsitektur kolonial terlihat dari bentuk lengkung (arch) pada jendela dan pintu. Arsitektur tradisional terlihat pada atap berbentuk limasan tumpang 3 dan penggunaan tiang-tiang kayu di ruang utama masjid. Untuk penggambaran deskripsi bangunan masjid dibagi dalam empat bagian pendeskripsian, yaitu bagian ruang utama, 23 mihrab, serambi, bangunan pendukung, dan bangunan penyerta. Ruang utama Masjid Raudhatul Jannah berdenah persegi panjang dengan ukuran 13,48 m x 13,40 m. Lantai pada ruangan utama terbuat dari keramik putih berukuran 40 x 40 cm.

Dindingnya berupa dinding bata berlepa yang telah dilapisi oleh keramik warna hijau berukuran 20 cm x 25 cm. Ketebalan dinding sekitar 31 cm. Masjid Raudhatul Jannah tidak menggunakan flapon. Ruang utama masjid ini mempergunakan tiang penyangga berjumlah 17 buah, terdiri dari 1 buah tiang utama (tiang macu) berdiameter 46 cm, 4 buah tiang pendamping berdiameter 60 cm yang mengelilingi tiang utama, dan 12 buah tiang pendamping berdiameter 26 cm yang berada di bagian luar 4 buah tiang pendamping. Tiang-tiang penyangga tersebut berbentuk oktagonal (segi delapan).

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Kuantan-Singingi-BPCB.pdf
Comments
Loading...