Masjid Tua Salabose Sulawesi Barat

0 68

Lokasi Masjid Tua Salabose

Masjid Tua Salabose terletak di atas bukit dengan ketinggian 80 meter dpl di Lingkungan Salabose Kecamatan Banggae Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Masjid Tua Salabose

Mesjid tersebut hingga kini masih digunakan oleh masyarakat untuk melaksanakan ibadah, namun telah mengalami perbaikan beberapa konstruksi bangunannya. Berdasarkan hasil pengamatan bahwa pembangunan awal mesjid didirikan di atas konstruksi kayu pada seluruh bagian bangunan. Tiang-tiang penopang  mesjid masih asli, terdapat tiang-tiang kayu yang berdiri tegak di tengah bangunan mesjid. Menurut beberapa anggota masyarakat bahwa bangunan mesjid telah mengalami beberapa kali fase pembangunan. Bangunan induk mesjid telah dipugar atas swadaya masyarakat setempat, dan dilanjutkan pembangunan bagian serambi melalui anggaran APBD Propinsi Sulbar

Meskipun bangunan masjid tersebut kelihatan modern, akan tetapi masih ada ciri khas kekunoan yang dimiliki seperti pada bagian atap masjid. Atap mesjid telah diganti pada masa pemerintahan Bupati H. Alim Bachri, yang dimaksudkan untuk mengembalikan ke bentuk atap sebagaimana bentuk awalnya, sehingga kelihatannya memiliki unsur asli antara lain atap tumpang dan mustakanya. Ciri khas kekunoan atap tumpang yang bermodel bangunan peribadatan kuno di Indonesia, terdiri atas balok-balok kayu dan seng. Atap tumpang bersusun tiga semakin ke atas semakin mengecil yaitu berbentuk limas dan pada puncak atap terdapat mustaka yang terbuat dari kayu dengan ukuran tinggi kurang lebih 100 cm. Adapun bagian yang ada pada Masjid Salobose adalah sebagai berikut :

  1. Mihrab yang disebut pengimanan terletak di sebelah barat bangunan, bentuknya menonjol. Fungsinya adalah tempat imam dan khatib dalam memimpin pelaksanaan shalat berjamaah di dalam mesjid
  2. Ruang besar yang mendominasi seluruh bangunan, yaitu ruangan untuk seluruh umat yang mengikuti ibadah shalat atau yang disebut makmum.
  3. Serambi terletak pada bagian depan bangunan mesjid. Digunakan beribadah apabila dalam ruangan di dalam mesjid penuh.
  4. Ruang wudhu terletak pada bagian depan kanan mesjid biasanya atau kolam wudhu. Fungsinya tempat pembersih diwajibkan sebelum melakukan shalat atau pembacaan ayat suci Al-Qur’an

Pada bangunan mihrab terdapat pula bangunan berbentuk kubah yang terbuat dari bahan semen. Bangunan tersebut rupanya menunjukkan pengaruh bangunan Persia India pada tempat peribadatan Islam tetapi bentuknya masih banyak ditemukan pada bangunan peribadatan sekarang. Tetapi bantuk kubah bukan bentuk baru bagi seni bangunan Indonesia, sebab sebelumnya telah ada bentuk seperti itu, biasanya ditemukan pada kuil seni bangunan Hindu. Seni bangunan  seperti itu dapat pula ditemukan pada relief Candi Jago Malang. Dengan demikian bentuk tumpang dan kubah mesjid kuno seperti itu merupakan seni bangunan Hindu atau bentuk payung pada stupa Budha.

Masjid kuno Salabose dibangun sekitar abad XVII yaitu pada saat Salobose dipimpin Maraqdia Poralle. Pada masa pemerintahannya, datanglah Syekh.Abd. Mannan (Tuan Salobose) sebagai pelanjut penyebar agama Islam, setelah Abd. Rahim Kamaluddin, penyebar Islam yang pertama tidak sempat masuk daerah Salobose. Keberadaan Syekh. Abd. Mannan sampai sekarang belum diketahui asalnya, diperkirakan beliau seorang padagang sekaligus pembawa agama Islam. Keberhasilan beliau yang dapat diketahui ialah senantiasa menyiarkan agama Islam di wilayah Salabose dan sekitarnya.

Source http://www.arkeologi-sulawesi.com//index.php http://www.arkeologi-sulawesi.com//berita-98/masjid-tua-salabose-mesjid-syekh-abd-manan.html
Comments
Loading...