Masjid Tua Lerabaing Kabupaten Alor

0 100

Masjid Tua Lerabaing Kabupaten Alor

Menurut cerita setelah rangka mesjid didirikan semua umat diisyaratkan untuk bersembunyi pada saat tukang –tukang hendak mengangkat tiang induk, namun terjadi peristiwa aneh yaitu tiang tersebut terangkat dengan sendirinya tanpa tangan – tangan manusia yang membantu untuk meengangkatnya. Sampai sat ini mesjid mempunyai kekuatan gaib. Hal ini terbukti ketika Portugis hendak mnguasai pantai selatan Alor dengan menembaki mesjid sebanyak 3 kali, namun tidak mengenai sasaran. Hingga saat ini peluhnya masih tersimpan dan juga ketika suku menjatuhkan bom di kampong Lerabaing (Pusat Kerajaan Kui) rumah penduduk dan istana kerajaan Kui hancur lebur, hingga mesjid tetap utuh. Pada tahun 1930 atap mesjid digantikan dengan atap seng sehingga sampai dengan saat ini Mesjid Lerabaing terpelihara dengan baik.

Bangunan Mesjid berbentuk rumah panggung dengan ukuran 11 M; Lebar 11 M dan tinggidari tanah ke lantai mesjid 1,5 M, tinggi keseluruhan Mesjid 15 M dengan luas tanah 750 M memiliki 24 tiang, tangga pintu terbuat dari kayu, atap bertingkat dari seng. Halaman mesjid dikelilingi dengan pagar besi dan memiliki satu pintu masuk. Mesjid tua Lerabaing berbentuk rumah panggung didirikan atas inisiatif orang – orang tua di kampung Lerabaing dan Sultan Kimie desa Gogo yang berasal dari Ternate (Maluku). Kimles Gogo adalah orang pertama yang mengislamkan penduduk Lerabaing. Untuk mendirikan mesjid kepala tukang diambil dari Solor sedangkan pembantu – pembantunya diambil dari kampung Lerabaing.

Source http://kepulauanntt.blogspot.com http://kepulauanntt.blogspot.com/2016/08/masjid-tua-lerabaing-kabupaten-alor.html
Comments
Loading...