Masjid Tua Gantarang Lala Bata Selayar

0 65

Masjid Tua Gantarang Lala Bata Selayar

Bangunan situs Masjid tua Gantarang terletak di dusun Gantarang Lalang Bata, 12 km dari kota Benteng, dibangun pada abad XVI (abad 16 M) masa pemerintahan Sultan Pangali Patta Raja yang merupakan raja pertama yang memeluk agama Islam. Masjid ini menjadi bukti peninggalan dari tokoh penyebar ajaran Syariat Agama Islam pertama di daratan Provinsi Sulawesi-Selatan yang bernama Datu Ribandang.

Dari sejarah itulah disimpulkan bahwa kabupaten Kepulauan Selayar merupakan daerah penerima ajaran syariat Agama Islam pertama di semenanjung Provinsi Sulawesi-Selatan. Bahkan, jauh sebelum masyarakat Kabupaten Gowa, mengenal dan menganut Agama Islam. penyebarluasan ajaran Syariat Agama Islam pertama di Sulawesi-Selatan bermula dari perintah raja Arab dan Khalifahnya di Mekah kepada Datu Ribandang untuk berangkat dan menyebarluaskan ajaran syariat Islam di Maluku dan Buton.

Usai mengislamkan raja Maluku dan Buton, dalam perjalanannya menuju Kabupaten Gowa, Sulawesi-Selatan, Datu Ribandang singgah untuk pertama kali di Kabupaten Selayar dengan melintasi jalur pantai Babaere dan masuk ke kampung Gantarang Lalang Bata melalui pintu gerbang Sele’. Di kampung Gantarang Lalang Bata inilah Datu Ribandang untuk pertama kalinya mengislamkan seorang bernama I Puso yang menjadi orang pertama yang ditemui Datu Ribandang saat sedang memancing ikan di bibir pantai Ngapalohe, disusul Karaeng Gantarang, I Pangali Sultan Patta Raja.

Sesudah mengislamkan karaeng Gantarang, I Pangali Sultan Patta Raja, maka Datu Ribandang kembali melanjutkan perjalanan menuju ke Kabupaten Gowa dan kemudian mengislamkan raja Gowa (1605). Berdasarkan sejarah itu , sejumlah pakar sejarah menyepakati bahwa kerajaan Gantarang, lebih awal menerima masuknya ajaran syariat Agama Islam dari pada kerajaan Gowa.

Bangunan masjid tua Gantarang masih berdiri kokoh di tengah-tengah areal perkampungan Gantarang Lalang Bata. Masjid tua ini tak hanya digunakan sebagai sarana ibadah semata. Akan tetapi, bangunan peninggalan bersejarah yang dibangun pada era pemerintahan, I Pangali Sultan Patta Raja tersebut telah berfungsi ganda sebagai lokasi penelitian bagi para pakar sejarah, mahasiswa, dan pelajar sekolah menengah dari dalam dan luar Kabupaten Kepulauan Selayar.

Didalam Mesjid tua ini, terdapat beberapa benda-benda peninggalan yang memperkuat fakta sejarah bahwa Datu Ribandang pernah singgah dan menapakkan kaki di Kabupaten Kepulauan Selayar. Benda-benda tersebut diantaranya tongkat menyerupai pedang pusaka, mimbar lengkap dengan bendera kain putih di sisi kiri-kanannya yang terdapat tulisan bahasa Arab untuk khutbah Jumat, Khutbah Idul Fitri dan Khutbah Idul Adha.

Source https://pesona.travel https://pesona.travel/keajaiban/2132/menelisik-keberadaan-masjid-tua-gantarang-lala-bata-selayar
Comments
Loading...