Masjid Tua Al-Hilal Sulawesi Selatan

0 395

Lokasi Masjid Tua Al-Hilal

Masjid Tua Al-Hilal terletak di Jl. Katangka, Katangka, Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan 92114.

Masjid Tua Al-Hilal

Masjid Tua Al-Hilal dibangun pada masa pemerintahan raja Gowa XIV bernama Aku Manga’ragi Daeng – Manrabbiakaraeng Lakiung (Sultan Alauddin I) tahun 1603, Sultan Alauddin adalah Raja Gowa pertama yang memeluk agama Islam. Sultan Alauddin adalah kakek dari I Mallombassi Muhammad Bakir Daeng Mattawang Karaeng Bontomangape Tumenanga ri Balla Pangkana atau yang dikenal dengan nama Sultan Hasanuddin, Raja Gowa ke enam belas.

Arsitektur masjid Tua Al-Hilal Katangka ini telah menginspirasi gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo pada tahun 2009 untuk mendirikan masjid masjid dengan bentuk yang sama di 24 kabupaten/kota di Sulsel. Dimulai dengan pembangunan masjid di kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkep (Pangkajene kepulauan) Sulawesi Selatan.

Bangunan Masjid Tua Al-Hilal

Luas bangunan 212,7 m2 dan dikelilingi pagar besi, dengan tiang pagar dari tembok. Arsitektur bangunan merupakan campuran seni bangunan Makassar dan Islam. Dalam bangunan terdapat tiang soko guru, mimbar dan mihrab. Pintu masuk menuju ke beranda mesjid hanya sebuah terletak di muka. Pada dinding depan sebelah kiri-kanan pintu terdapat hiasan terawang yang berfungsi sebagai lubang angin.

Di beranda ini terdapat tembok dan di bagian atasnya berterawang dari keramik yang semula dipergunakan pembatas tempat wudhu. Tiga buah pintu masuk ke ruang tengah tempat sholat memiliki hiasan tulisan Arab dan berbahasa Makassar. Tulisan ini terdapat di ambang pintu bagian atas. Atap mesjid bertingkat tiga dari bahan genteng. Antara atap mesjid tingkat dua dan tiga terdapat pemisah berupa ruangan berdinding tembok dengan jendela di keempat sisinya. Di puncak mesjid terdapat mustaka.

Bila dilihat dari foto tua Dari sumber KITLV Leiden, disebut dengan tulisan: Grote moskee van Gowa, vermoedelijk te Makassar 1910. dengan keadaan sekarang. Ternyata bahwa masjid tua Al-Hilal dulunya memiliki Menara dan sekarang menara di masjid itu telah hilang.

Luasnya 174,24 meter persegi. Pada zamannya, masjid ini termasuk besar, mewah, dan dianggap penting karena konstruksinya terbuat dari batu bata. Hanya bangunan penting yang dibuat dari batu bata saat itu, seperti istana dan benteng. Fungsi utamanya tentu sebagai tempat ibadah. Setiap datang waktu salat, masjid ini ramai dipenuhi jamaah. Tetapi, ada beberapa makam di halaman masjid. Itu adalah makam para pemuka agama dan kerabat pendiri masjid. Khusus makam para pendiri masjid memiliki atap di atasnya berbentuk kubah.

Source http://bujangmasjid.blogspot.co.id http://bujangmasjid.blogspot.co.id/2010/08/masjid-tua-al-hilal-katangka-masjid.html
Comments
Loading...