Masjid Trayu Kulonprogo

0 10

Masjid Trayu

Pangeran Notokusumo / Pangeran Adipati Paku Alam I (1813-1829). Mendirikan sebuah Masjid Patok Negara di Kulonprogo. Bangunan terdiri dari serambi dan ruang utama yang memiliki mihrab, ruangan khusus bagi Imam Masjid kala memimpin sembahyang berjama’ah.  Bagian ini selalu lebih menjorok keluar dibanding shaft/barisan untuk umat umum.  Selain itu terdapat mimbar dari kayu yang digunakan pengkhotbah memberikan tauziah di saat 2 khotbah jum’at, kuliah subuh, kultum dan khotbah-khotbah lain

Pada bagian utama ini kerangka atap tak terlihat karena tertutup eternit.  Terdapat sejumlah saka yang menopang langit-langit, yaitu 4 saka guru dan 12 saka ruwa (luar) yang berbentuk bulat atau glondhongan, bukan bersudut.

Ornamen pada sambungan blandar di rangka atap sungguh unik.  Meskipun tidak bermotif bunga atau sulur daun pada umumnya ukiran di Jawa, tapi tetap saja bagian-bagian ini tidak dibiarkan polos begitu saja.  Garis-garis dan pola geometris menjadi pilihan untuk mempercantik dan dibubuhkan warna cat yang berbeda, yaitu biru lembut untuk meningkahi kuning, membuatnya terlihat istimewa dan berbeda.  Bagaimanapun, masjid milik PA ini ditandai dengan sentuhan seni yang lebih dibandingkan masjid-masjid di sekitarnya yang polos dan sederhana.

Masjid ini sangat khas Jawa, dengan atap tajuk dan mustaka berbentuk sulur dan daun-daunan, bukan kubah bawang khas Timur Tengah. Mustaka seperti ini bisa dijumpai di masjid-masjid tua lainnya di Jogjakarta, seperti masjid-masjid Pathok Nagoro milik Kasultanan Yogyakarta.

Source http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/ngayogyakarta-hadiningrat/mataram-islam/355
Comments
Loading...