Masjid Tiban Temenggung Blitar

0 438

Lokasi Masjid Tiban Temenggung

Masjid Tiban Temenggung terletak di Dusun Gembong, Desa Temenggung, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Masjid Tiban Temenggung

Banyak kisah misteri di balik keberadaan Masjid Tiban. Karena keberadaannya sering dianggap “Dari Langit”, masjid-masjid demikian acap dijadikan tempat bermunajab atas harapan.kecermelangan hidup dan masa depan. Pertama diketahui, bersamaan dengan peristiwa pembabatan hutan. Warga Dusun Gembong, Desa Temenggung, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jatim, menyebutnya sebagai Masjid Tiban.

Disebutkan demikian, karena masjid itu tiba- tiba ada. Tiba-tiba bercokol di salah satu sudut desa mereka, tanpa sempat diketahui proses pembuatannya Karenanya, banyak juga yang menganggap masjid itu dari langit. Tepatnya, turun dari langit, dan jatuh di salah satu sudut Dusun Gembong, Desa Temenggung, Kecamatan Udanawu.

Orang pertama yang berjasa atas keberadaan masjid itu adalah Abdullah Islam (alm). Dia seorang ulama besar yang berkaliber Wali. Itulah sebabnya, Abdullah Islam pun semasa hidupnya akrab disapa masyarakat setempat sebagai Mbah Wali.

Di Kabupaten Blitar dan sekitarnya, masjid tiban di Dusun Gembong ini populer dengan sebutan Masjid Kuno. Pihak Pemda setempat mengiventarisir masjid itu sebagai cagar budaya yang perlu dilindungi. Tetapi sayangnya, tampak muka masjid ini hilang sama sekali oleh bangunan masjid baru yang disebut-sebut seba­gai hasil renovasi.

Keterangan yang berhasil dihimpun LIBERTY menyebutkan, masjid itu pertama kali diketahui bersamaan dengan pembabatan hutan setempat untuk dijadikan hunian. Ketika pem­babatan hutan terjadi, mendadak warga terbelalak oleh sebuah masjid yang terdapat di tengah hutan. Masyarakat pun lalu menyebutnya sebagai masjid tiban, karena tanpa sempat mengetahui proses pembuatannya.

Masjid tersebut disebut-sebut foto copy dari Masjid Nabawi di Madinah. Empat menara yang menjulang tinggi menghias di setiap sudutnya. Pada pokok menara, terdapat jamban de­ngan air yang tak pernah kering se- kalipun di musim kemarau panjang. Air pada menara-menara itu, banyak dipercaya masyarakat berkhasiat kesembuhan.

Konon, penyakit apapun bisa di- sembuhkan dengan air di jamban me­nara-menara masjid itu. Mulai dari penyakit kulit, hingga penyakit dalam. Khasiat kesembuhan pada air tersebut, disebut-sebut sebagai tuah dari air zam-zam yang telah bersenyawa sejak zaman Mbah Wali.

Uniknya, hampir setiap sudut masjid itu dirajah dengan tulisan arab Allah tanpa huruf alif. Mulai dari kusen-kusennya, daun pintu, daun jendela, bahkan pilar, reng dan usuk-usuknya. Tulisan arab Allah itu tam­pak timbul dengan postur huruf yang sangat lembut dan sangat kecil-kecil. Kayu- kayunya merupakan kayu jati pilihan.

Source http://jawatimuran.net/ http://jawatimuran.net/2016/10/02/masjid-tiban-temenggung-kabupaten-blitar-2/
Comments
Loading...