Masjid Teungku Di Anjong Banda Aceh

0 191

Masjid Teungku Di Anjong

Berdiri sejak abad ke-18 silam, Masjid Teungku di Anjong masuk dalam pembabakan penting perkembangan Islam di Aceh dan Nusantara. Masjid ini terletak di Gampong Peulanggahan Kecamatan Kuta Raja Kota Banda Aceh. Masjid Teungku Di Anjong yang aslinya berkonstruksi kayu telah hancur dilumat gelombang tsunami. Kini telah dibangun masjid baru dengan konstruksi beton, tapi tetap mengikuti arsitektur tradisional Aceh, sebagaimana bentuk Masjid Teungku Di Anjong sebelumnya.

Bangunan ini pada mulanya tidak dimaksudkan sebagai masjid, tapi dibangun sebagai tempat belajar atau Dayah atau pesantren. Dayah ini didirikan kira-kira pada tahun 1769 M oleh Teungku Di Anjong yang hidup di masa Sultan Alaidin Mahmud Syah (1760 – 1781 M). Teungku di Anjung wafat tahun 1782 M, tidak diketahui siapa yang melanjutkan kepemimpinan dayah ini sepeninggal beliau dan bagaimana kelanjutan dayah ini. Teungku Di Anjong dikebumikan di dayah beliau di Desa Peulanggahan.

Adalah Sayyid Abu Bakar Bin Husin Bafaqih, seorang ulama dari jazirah Arab yang mengembara mendakwahkan Islam dan mewakafkan tanah untuk mendirikan masjid di atas lahan yang dulunya merupakan dayah (pesantren salafi). Pesantren ini pernah dibakar oleh Belanda karena dianggap sebagai pusat doktrin antipenjajahan. Kini jasadnya dimakamkan di kompleks Masjid yang berlokasi di Desa Peulanggahan Kecamatan Kutaraja Kota Banda Aceh.

Bersisian dengan sang istri, seorang Syarifah dari Hadhramaut,  Negeri Yaman, tempat keduanya berasal. Makam tersebut kerap menjadi tujuan peziarah dari Malaysia, Singapura dan Persia. Masih dalam kompleks masjid, terdapat pemakaman umum milik warga desa setempat. Masjid ini tersapu tsunami.

Source Masjid Teungku Di Anjong Masjid Teungku Di Anjong
Comments
Loading...