Masjid At-Taqwa Ketapang Kalimantan Barat

0 304

Lokasi Masjid At-Taqwa Ketapang

Masjid At-Taqwa Ketapang terletak di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Kauman, Kecamatan Benua Kayong Kauman, Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat 78821.

Masjid At-Taqwa Ketapang

Masjid ini merupakan salah satu peninggalan bersejarah Kerajaan Matan. Semula masjid At Taqwa bernama Masjid Jami yang terletak persis di pinggiran Sungai Pawan. Namun atas prakarsa seorang tokoh agama, Mualim Haji Muhammad Ali Usman, dilakukan pemindahan ke lokasi yang aman dari abrasi. Pemindahan ini juga atas pertimbangan daya tampung masjid yang sudah tidak memadai. Pemindahan Masjid Jami sekaligus pergantian nama menjadi Masjid At Taqwa. Pada tahun 1950 M, Haji Muhammad Ali Usman mengambil inisiatif membentuk Panitia Pembangunan Masjid At Taqwa. Pelaksanaan pembangunan berjalan agak tertatih-tatih, namun dengan kemauan kuat dan kerja keras serta dilandasi niat yang tulus dan ikhlas akhirnya rampunglah pekerjaan pembangunan Masjid At Taqwa.

Kasi Pelestarian Budaya Daerah Disbudparpora Kabupaten Ketapang, Ermnasyah mengatakan salah satu hal yang tidak kalah penting dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan tersebut adalah peran serta masyarakat Kampung Kaum dan Kampung Banjar bekerja bergotong royong tanpa pamrih. Kadang-kadang pada malam hari saat bulan purnama dan penerangan lampu seadanya mereka lakukan apa yang dapat dikerjakan. Mereka ingin sekali cepat mewujudkan masjid yang bakal menjadi kebanggaan mereka.Ermansyah menceritakan bertepatan dengan Peringatan Hari Pahlawan pada tanggal 10 November 1952, pemakaian Masjid At Taqwa diresmikan dengan ditandai pemberian sebuah jam dinding dari Panitia Hari Pahlawan Kabupaten Ketapang oleh Serma Soeprapto (SOB).Ermansyah menjelaskan Masjid Jami dibangun masa pemerintahan Panembahan H Gusti Muhammad Sabran yang memerintah Kerajaan Matan V di Mulia Kerta pada tahun 1876–1908 M, tepatnya 11 Maret 1876 pusat Kerajaan Matan di Tanjung Pura pindah ke Mulia Kerta Ketapang. Dalam kurun waktu ituGusti Muhammad Sabran mendirikan Masjid Jami di pinggir Sungai Pawan.

Masjid ini juga sebagai tempat melakukan syiar Agama Islam dan sekaligus tempat Salat Jumat. Ummat Islam dari Kampung Negeri Baru, Mulia Kerta, Arab, Tuan-Tuan, Banjar, Sungai Kinjil, Baru, Sukabaru, Mulia Baru, Kantor, Tengah, Sampit dan Kampung Kaum selalu mendatangi masjid ini pada hari Jumat. Hal ini terus berkembang hingga pemerintahan Panembahan Gusti Muhammad Saunan, sebelum ditangkap Jepang. Masjid Jami pada waktu itu hanya satu-satunya masjid yang ada di Ketapang. Agama Islam pada zaman Sultan Jamaluddin makin berkembang dengan pesat. Di Tanjung Pura sendiri berdiri sebuah madrasah yang diasuh Aminullah Al Maghribi yang dikenal dengan sebutan Syech Maghribi. Para santri datang dari berbagai tempat di Kalimantan Barat, sehingga Syech Maghribi dikenal sebagai ulama besar pada zaman itu.

Source https://id.wikipedia.org/wiki/ https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_At-Taqwa_Ketapang
Comments
Loading...