Masjid Syekh Zainal Abidin

0 133

Masjid Syekh Zainal Abidin

Didirikan tahun 1880, Masjid Syekh Zainal Abidin konon merupakan masjid tertua di Kota Padangsidimpuan. Masjid Syekh Zainal Abidin terletak di Desa Pudun, Kecamatan Batunadua, Kota Padangsidimpuan. Meski bangunannya terlihat tua dan warna catnya sudah sedikit memudar, warga dari dalam maupun luar Kota Padangsidimpuan antusias beribadah di masjid itu.

Masjid Syekh Zainal Abidin memiliki banyak sejarah dan makna. Masjid tersebut dibangun dengan konsep tauhid. Uniknya, bahan dasar pembangunan masjid hanya dari tanah liat, telur ayam, batu, dan tanah kapur. Maklum, pada masa itu belum ada semen atau bahan lainnya seperti yang dipergunakan masyarakat saat ini.

Bangunan kedua surau itu hanya terbuat dari kayu. Surau-surau tersebut berguna untuk tempat belajar ilmu agama. Karena berkembang pesat, akhirnya Syekh Zainal Abidin Harahap membangun masjid.

Pembangunan masjid itu hanya membutuhkan waktu 24 jam, dengan pekerja lebih 50 orang. Bahkan, saat pembangunan masjid, salah seorang warga sembuh dari penyakit lumpuhnya karena ikut bergotong royong membangun masjid itu.

Masjid ini mempunyai ciri khas tersendiri yaitu tampilan dinding depan bagian atas dibentuk dengan tulisan Bismillahirrahmanirrahim. Artinya, Syekh Zainal Abidin mengajarkan bahwa setiap memulai pekerjaan harus dengan basmalah.

Selanjutnya, pada samping kanan bagian atas dinding masjid tersebut terdapat empat ukiran lafaz “Allah”. Artinya, hal tersebut mengajarkan agar seorang hamba harus menyatukan setiap detak jantungnya dan tarikan napasnya disertai lafaz Allah.

Ciri khas lain yang terlihat pada bangunan masjid itu, pada dinding banyak terlihat gambar seperti bunga, bintang bersayap enam yang dihiasi bentuk bundaran dan perisai. Konon, arti dari tanda-tanda tersebut merupakan perjalanan planet, bintang, dan rahasia alam semesta.

Selanjutnya, pada bagian sebelah kiri masjid terdapat tulisan doa iftitah, sedangkan bagian kanan terdapat tulisan Al-Fatihah. Dari tulisan tersebut, menandakan bahwa Syekh Zainal Abidin menganut paham Imam Syafii.

Selain itu, Masjid Syekh Zainal Abidin hanya memiliki satu pintu masuk ke dalam. Ketika membuka pintu, akan terlihat satu pilar masjid sebagai penyangga setiap atap dan sisi masjid. Bentuk tersebut bermakna konsep tauhid yang baku yakni Allah Maha Esa, tempat bergantung segala manusia dan makhluk. Dia tidak beranak dan diperanakkan, dan tidak ada yang sama dengan zat-zatnya, berdiri sendiri tanpa membutuhkan orang lain.

Source https://daerah.sindonews.com https://daerah.sindonews.com/read/1119457/29/sejarah-dan-ciri-khas-masjid-syekh-zainal-abidin-1466760013
Comments
Loading...