Masjid Suronatan Yogyakarta

0 42

Masjid Suronatan

Sebelum tahun 1940 (tanggal, tahun lupa), seseorang bernama Amat Djohar mewakafkan tanahnya seluas ± 100 m² untuk langgar/ surau Suronatan. Surau dibangun dengan bentuk rumah dari bambu, ada tempat pengimaman.

Menginginkan Masjid Taqwa yang besar/ megah. Mereka membantu yang tua mencari dana dan tahun 1961 dilaksanakan pengecoran besar-besaran pembangunan Masjid Taqwa, sehingga nampak seperti sekarang.

Namun sebelah timur dan utara masjid belum seperti sekarang, masih rumah-rumah penduduk. Dengan lobby yang baik yang dilaksanakan oleh juragan batik kaya di Suronatan, ialah Bapak H. Moh. Kusnan, dan di Notoprajan ialah Bapak H. Moh. Djalal, tanah-tanah tersebut dibeli dan diwakafkan untuk Masjid Taqwa, sehingga yang dahulu luasnya 100 m² menjadi ± 1.500 m².

Secara bertahap kemudian dibangun Gedung Pesantren Masjid Taqwa. Tahun 1978 dibangun Gedung Asana Muda (utara Gedung Pesantren), kerjasama dengan Rukun Kampung Suronatan dengan bantuan desa tahun 1978 s/d 1981, termasuk gedung sayap timur Gedung Pesantren (dua lokal). Tahun 1982 Takmir membangun ke utara dari dua lokal tersebut.

Tahun 1970 didirikan Akademi Da’wah Muhammadiyah , menempati ruang atas serambi Masjid Taqwa. Tahun 1980 menjadi Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah. Tahun 1995 PUTM pindah tempat. Tahun 1999 tempatnya dipakai untuk Pondok Pesantren Masjid Taqwa Suronatan.

Source http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/ngayogyakarta-hadiningrat/mataram-islam/353
Comments
Loading...