Sejarah Masjid Jami’ Saka Tunggal Pekuncen

0 163

Lokasi Masjid Jami’ Saka Tunggal

Masjid Jami’ Saka Tunggal terletak di Desa Pekuncen, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah.

Sejarah Masjid Jami’ Saka Tunggal

Masjid Jami’ Saka Tunggal didirikan pada tahun 1722 oleh Bupati Kendurean, putra Adipati Mangkuprojo, seorang Wrongko Dalem Keraton Kartosuro. Karena tiang (saka) guru masjid hanya satu, masjid ini dikenal dengan sebutan Masjid Tiang (Saka) Tunggal. Masjid Jami’ Saka Tunggal sebagai benda cagar budaya merupakan warisan budaya yang mempunyai nilai penting bagi ilmu pengetahuan maupun sejarah kebudayaan bangsa.

Sejarah Masjid Jami’ Saka Tunggal tak bisa dilepaskan dari sosok Adipati Mangkuprojo. Pada tahun 1700, Adipati Mangkuprojo merupakan tokoh yang gigih melawan penjajah. Karena terdesak dia melarikan diri dan memilih bergerilya di daerah Pekuncen. Daerah tersebut merupakan daerah Keputihan. Selain bergerilya, Adipati Mangkuprojo juga giat syiar Islam.
Kisah yang disampaikan sesepuh Desa Pekuncen menyebutkan bahwa, pada tahun 1719 Adipati Mangkuprojo wafat. Sebelum meninggal, beliau berwasiat pada putranya untuk dimakamkan di Pekuncen. Memperingati 1.000 hari meninggalnya Adipati didirikanlah masjid tersebut.
Pembangunan masjid tersebut diketuai Demang Sembilan (demang dianggap sebagai ketua desa saat itu) yang terdiri dari Kyai Jrabang dari wetan, Kyai Tanah Kunci, Kyai Brangkal, Kyai Karangasem, Kyai Pekuncen, Kyai Semanding, Kyai Gumeng, Kyai Jatinegara, dan Kyai Tegalsari. Konon, kerangka masjid disusun di Keraton Kartosuro, kemudian baru dibawa ke Pekuncen dengan berjalan kaki.

Filososfi Saka Tunggal

Tiang (Saka) tunggal mengandung filosofi yang dalam, saka tunggal melambangkan keesaan Allah SWT sebagai sang pencipta tunggal alam semesta. Makna tunggal tersebut diterjemahkan dengan memaknai masjid soko tunggal tersebut sebagai tempat untuk meyakini bahwa Allah itu Tunggal atau Esa. Sedangkan dalam kaitannya dengan sejarah perjuangan, masjid itu juga sebagai simbol satu tekad untuk mengusir penjajah dari bumi Indonesia.

Source Masjid Jami' Saka Tunggal Kebumen
Comments
Loading...