Masjid Sabilillah di Pedekik Ini Jadi Simbol Perlawanan Umat Islam terhadap Belanda

0 52

Masjid Sabilillah di Pedekik Ini Jadi Simbol Perlawanan Umat Islam terhadap Belanda

Masjid Sabilillah yang terletak di Jalan KHA. Rasyid, Desa Pedekik, Kecamatan Bengkalis merupakan salah satu masjid bersejarah di Kabupaten Bengkalis. Masjid yang didirikan tahun 1937 Masehi ini menjadi symbol perlawanan umat Islam terhadap penjajah Belanda.

Arsistektur masjid yang sudah mengalami tiga kali renovasi ini ternyata memiliki cerita sejarah terhadap para pejuang Fi Sabilllah yang kala itu dipimpin Kyai Sudirman pada saat pecahnya perang soh-soh atau dikenal dengan sebutan perang berhadapan langsung di Pedekik.

Dibalik keunikan arsitektur bangunan masjid ini, ternyata membuat tentara Belanda “murka”, dengan mambakar masjid tersebut di tahun 1949 Masehi. Sebab, dua tentara Belanda ketika itu tewas di tangan pejuang Fi Sabilllah.

“Masjid Sabilllah ini dulunya bernama Masjid Pedekik, namun di tahun 1949 Masehi sempat dibakar oleh tentara Belanda. Hal itu terjadi karena kemarahan tentara Belanda yang pada waktu itu dua orang anggotanya tewas di tangan pejuang Fi Sabilillah pimpinan Kyai Sudirman pada saat berkecamuknya perang soh-soh atau yang dikenal dengan sebutan perang berhadapan langsung yang terjadi di pedekik,”kata Ketua Pengurus Masjid Sabilllah, H Anwar Ihsan kepada Posmetro Mandau, Kamis (24/5/2018).

Dijelaskan Anwar, Masjid Sabilillah mengalami tiga kali renovasi setelah dibakar belanda, bangunan kedua tahun 1949-1979, kemudian bangunan ketiga tahun 1979-2011, dan bangunan keempat tahun 2011 sampai sekarang.

“Berkat swadaya masyarakat, Alhamdulillah kini masjid Sabilillah berdiri kokoh dengan bangunan yang bagus, saat ini kami berencana membangun pagar masjid, kami mohon doanya semoga Allah memberi kami kemampuan dan keberkahan untuk membangun masjid ini,” ungkap pria berjanggut dan berjubah yang juga pernah menjabat Kepala Desa Pedekik ini.

Mantan Kades Pedekik kedua ini juga mengatakan, sejarah Masjid Sabilillah ini membuat seluruh masyarakat di Desa Pedekik rajin dan taat beribadah, solat berjemaah setiap saat. Selain itu, masjid ini juga memiliki pemuda-pemudi yang tergabung dalam Ikatan Remaja Masjid Sabilillah (IRMAS) Desa Pedekik.

Setiap seminggu atau sebulan sekali, sambungnya. Di Masjid Sabilillah ini juga diadakan kegiataan simaan atau menyimak hafalan para penghafal Al-Qur’an 30 jus.

Source http://riaupotenza.com http://riaupotenza.com/berita/19342/-masjid-di-pedekik-ini-jadi-simbol-perlawanan-umat-islam-terhadap-belanda
Comments
Loading...