Masjid Raya Lima Kaum Sumatera Barat

0 145

Lokasi Masjid Raya Lima Kaum

Masjid Raya Lima Kaum terletak di Nagari Lima Kaum, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Masjid Raya Lima Kaum

Tidak diketahui pasti tahun berapa sebetulnya masjid ini didirikan. Meski begitu, cikal bakal keberadaan masjid ini berawal dari sebuah masjid di Nagari Lima Kaum yang didirkan pada pertengahan abad ke-17, menyusul masuknya Islam ke Dataran Tinggi Minangkabau. Masjid itu terletak di Jorong Balai Batu dan masih berupa bangunan sederhana beralaskan batu tanpa dinding dan atap, atau dalam bahasa Minangkabau dijuluki dengan baaleh batu, badindiang angin, baatok langik.

Sekitar 25 tahun kemudian dibangun masjid pengganti di lokasi lain, yaitu di Jorong Tigo Tumpuak, yang keberadaannya juga tidak bertahan lama, yakni sekitar 35 tahun karena kapasitas masjid tidak lagi memadai. Dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, pada tahun 1710, di atas lokasi sebuah pagoda yang telah lama ditinggalkan penganutnya karena masuk Islam, dibangunlah masjid yang kini dikenal sebagai Masjid Raya Lima Kaum.

Pembangunan masjid ini dilakukan secara bersama oleh masyarakat setempat. Bangunannya terbuat dari kayu dan papan, mulai dari dinding hingga tiang, sementara atapnya yang semula terbuat dari ijuk telah diganti dengan seng. Dalam perkembangan selanjutnya, masjid ini juga mengalami beberapa perbaikan yang dilakukan secara swadaya, termasuk perbaikan dan pelebaran mihrab, pembuatan serambi, perbaikan dan pemasangan kaca pada jendela, penggantian bilah-bilah papan yang telah rapuh, dan pembuatan loteng.

Masjid Raya Lima Kaum didirikan jauh sebelum Belanda masuk ke Minangkabau, sehingga tidak ada pengaruh arsitektur Barat atau Belanda terhadap bangunan masjid ini. Arsitektur masjid ini umumnya dipengaruhi oleh corak Minangkabau dan bentuk atap merupakan sinkretisme antara Hindu-Budha dengan Islam. Masjid ini berdiri di atas tanah berdenah segi-empat, menggantikan bangunan pagoda yang telah lama ditinggalkan penganutnya karena memeluk Islam.

Atap masjid ini dibuat berundak-undak sebanyak lima tingkat dengan permukaan atap yang tidak datar melainkan cekung; cocok untuk daerah beriklim tropis seperti Minangkabau karena dapat lebih cepat mengalirkan air hujan ke bawah. Antara tingkatan atap yang satu dengan yang lain terdapat celah untuk pencahayaan, sementara pada tingkatan teratas terdapat bangunan (puncak) berdenah segi delapan yang memiliki beberapa jendela kaca dengan atap berbentuk limas; dari atas bangunan ini dapat kelihatan Danau Singkarak.

Source https://id.wikipedia.org/wiki/ https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Raya_Lima_Kaum
Comments
Loading...