Masjid Raya Al Ma’shun Medan Sumatera Utara

0 56

Masjid Raya Al Ma’shun Medan Sumatera Utara

Masjid Raya Al Ma`shun Medan terletak di Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Baru, Kotamadia Medan, kira-kira 3 km dari bandara Polonia, dan 28 km dari pelabuhan Belawan. Di sebelah barat dibatasi dengan jalan Mahkamah, disebelah utara dibatasi dengan jalan Masjid, serta diselatan terdapat pemukiman yang dibatasi oleh jalan Sipiso-piso.

Bangunan masjid berdiri di atas sebidang tanah yang cukup luas meliputi 13.200 m2. Masjid menghadap ke arah timur dan dikelilingi oleh pagar dari besi setinggi 1 m. Areal masjid merupakan sebuah kompleks yang terdiri atas bangunan pintu gerbang di sisi timur laut dan tempat wudhu di sisi timur.

Masjid Raya Al Ma’shun Medan yang dimiliki dan dikelola oleh keluarga Kerajaan Sultan Deli ini didirikan pada tanggal 21 Agustus 1906. Arsiteknya T.H. van Erp dari Belanda adalah seorang perwira Zeni Angkatan Darat KNIL, juga banyak mendesain bangunan-bangunan besar di Jakarta. Nama al-ma’shun berarti “masjid yang mendapat pemeliharaan dari Allah SWT”.

Pembangunan masjid selesai dalam tiga tahun. Peresmian pernakaiannya bertepatan dengan hari dilaksanakan shalat Jum’at yang dihadiri oleh pembesar-pembesar kerajaan termasuk Sri Paduka Al Ma’shun, Tuanku Sultan Amis, Abdul Jalal Rakhmadsyah dari Langkat dan Sultan Sulaiman Alamsyah dari negeri Serdang. Pada masa lalu masjid ini merupakan tempat shalat Jum’at satu-satunya di wilayah Kesultanan Deli. Hal ini menunjukkan bahwa Masjid Raya al-Ma’shun Medan merupakan. masjid Kesultanan tetapi tidak terdapat tempat sembahyang khusus untuk Sultan (maksurah) seperti pada umumnya masjid-masjid Kesultanan.

Komponen-komponen budaya yang mendominasi arsitektur dan ragam hias Masjid Raya Al Ma’shun Medan pada umumnya berasal dari Arsitektur Islam khususnya Mesir (periode Mamluk yang berlanjut sedikit pada periode Ottoman); Spanyol (Andalusia) dan Maghribi; India (periode Mughal Architecture); serta Arab (Timur Tengah) sedangkan komponen-komponen yang berasal dari Eropa (Kolonial) merupakan komponen pelengkap.

Bila kita akan memasuki Masjid Raya Al Ma’shun Medan harus melalui gapura. Gapura ini memiliki dua buah ruangan yang terdapat pada sayap kiri dan kanan gapura. Ruangan ini sekarang difungsikan sebagai kantor pengurus masjid.

Setelah kita memasuki gapura, di halaman masjid akan dijumpai bangunan induk, di sisi timur terdapat bangunan tempat wudhu, dan di sisi utara dijumpai pondasi berbentuk lingkaran yang difungsikan sebagai taman, serta di sisi barat laut masjid terdapat menara masjid. Bangunan Masjid Raya Medan dikelilingi saluran air selebar 0,5 m, dan dalam 0,5 m. Bangunan masjid ini berdiri di atas pondasi masif dan pejal dengan ketinggian 2,3 m dari permukaan tanah. Fondasi terbuat dari tembok. Denah masjid berbentuk persegi delapan (oktagonaf). Ruangan-ruangan dalam bangunan induk terdiri atas serambi dan ruang utama masjid.

Source https://gpswisataindonesia.wordpress.com https://gpswisataindonesia.wordpress.com/2015/03/09/masjid-raya-al-mashun-medan-sumatera-utara/
Comments
Loading...