Masjid Pathok Negara Babadan Bantul

0 24

Masjid Pathok Negara Babadan Bantul

Selain masjid di kota, Keraton Yogyakarta juga memiliki lima buah masjid lain yang biasa disebut dengan masjid-masjid Pathok Nagoro, yaitu masjid kagungan dalem di wilayah nagaragung yang selain berfungsi religius, juga berfungsi sebagai tempat pertahanan rakyat. Berangkat dari arti kata pathok nagoro, maka masjid tersebut juga berfungsi sebagai tanda kekuasaan raja. Kawasan tempat masjid itu berdiri pada awalnya merupakan daerah mutihan yang bersifat perdikan (penduduk bebas dari pajak, namun harus melakukan pekerjaan tertentu). Selain itu, pengelolaan masjid juga diserahkan kepada suatu kelompok tertentu yang termasuk dalam abdi dalem pamethakan.

Masjid Pathok Negoro Babadan Bantul yang dikenal juga dengan nama Masjid Ad Darojat terletak di Dusun Kauman Babadan, Kalurahan Gedong Kuning, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Propinsi DIY. Lokasi ini dapat dicapai melalui perempatan Gedong Kuning ke utara. Sampai di pertigaan jalan di sudut barat-utara Gedung JEC ambil arah lurus ke utara (jalan masuk ke arah Sorowajan). Pada jarak sekitar 50 meter dari pertigaan akan ditemukan jalan kecil (gang) mengarah ke barat. Gang kecil inilah yang menjadi jalan utama menuju lokasi Masjid Pathok Negoro Ad Darojat Babadan.

Sekalipun telah mengalami berbagai renovasi karena tuntutan zaman dan alasan kondisi bahan bangunan yang mulai rusak, ciri-ciri khas bangunan masjid pathok negoro dari masjid ini masih dipertahankan. Ciri khas itu antara lain berupa bentuk mustaka dan atap tumpang. Mustaka dari masjid ini tidak berbentuk bawangan seperti masjid-masjid pada umumnya di Indonesia. Masjid ini memiliki ciri khas kemuncaknya berbentuk gada bersulur. Pada awalnya kemuncak berbentuk gada bersulur ini dibuat dari gerabah. Akan tetapi kemuncak berbentuk gada bersulur yang terbuat dari gerabah ini telah digantikan dengan bahan yang terbuat dari logam (kuningan).

Source http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/ngayogyakarta-hadiningrat/mataram-islam/345
Comments
Loading...