Masjid Pakualaman Girigondo

0 38

Masjid Pakualaman Girigondo

Masjid Pakualaman Girigondo dikenal juga dengan nama Masjid Puro Pakualaman atau Masjid Girigondo. Didirikan sekitar awal tahun 1900an, masjid ini dibangun untuk menampung sekitar 200 jamaah. Dahulunya, masjid ini masih menjadi bagian dari balai desa yang menaungi semua kegiatan pemerintahan desa, termasuk fungsi Kantor Urusan Agama atau penewu yang setara dengan asisten wedana atau camat.

Saat ini, luas bangunan Masjid Pakualaman Girigondo mencapai 450 meter persegi, di atas sebuah lahan seluas 5.000 meter persegi. Ciri khas bangunan klasik Masjid Pakualaman Girigondo yaitu soko guru, berupa empat tiang di bawah atap joglo yang konon menjadi peninggalan Wali Songo. Tiang-tiang ini terbuat dari kayu jati yang masih dipertahankan hingga kini. Detail Masjid Pakualaman Girigondo, terutama corak dan bentuknya, juga masih dipertahankan meskipun bangunan ini telah melalui renovasi berkali-kali.

Ciri khas yang sangat kentara pada Masjid Pakualaman Girigondo yaitu logo atau lambang Pakualaman pada bagian depan bangunan.Lambang Pakualaman di bangunan masjid ini berwarna hijau dan kuning keemasan, dengan sebuah mahkota kecil pada bagian atas, serta aksara Jawa yang berarti sembilan. Konon, angka ini berarti bahwa kadipaten Pakualaman sekarang dipimpin oleh KGPAA Paku Alam IX.

Barangkali, keunikan detail bangunan yang kurang menunjukkan ciri budaya terdapat pada bagian mihrab. Ruang imam ini tertutup, yang dulunya dirancang demikian guna mengantisipasi serangan Belanda pada masa perang kemerdekaan. Memang bukan ciri budaya, tapi detail ini tetap menyimpan sejarah perjalanan Masjid Pakualaman Girigondo.

Source https://dolandolen.com https://dolandolen.com/travel-directory/masjid-pakualaman-girigondo/
Comments
Loading...