Masjid Nurul Huda Subang

0 128

Masjid Nurul Huda

Masjid yang berlokasi di Dusun Sukamulya, Desa Muara, Kecamatan Blanakan, Subang, Jawa Barat. Menara dengan arsitektur bernuansa Timur-Tengah ini berlokasi di perempatan desa, yang sekaligus menjadikan bangunan tersebut sebagai ikon desa.

Masjid Nurul Huda, adalah sebuah masjid tempat umat Islam yang ada di desa Muara melaksanakan ibadah atau kegiatan keagamaan. Sebagai salah satu masjid tertua, Masjid Nurul Huda juga pernah menjadi masjid desa karena lokasinya yang memang berada di Dusun Sukamulya yang merupakan Ibukota atau pusat pemerintahan Desa Muara.

Hingga akhir dekade 1980-an, Masjid Nurul Huda tak hanya menampung jamaah asal dusun Sukamulya saja. Saat itu, jamaah dari Dusun Sukaasih dan Sukamanah juga turut beribadah di masjid tersebut, terutama saat Shalat Jum’at atau Shalat Ied baik Iedul Fitri maupun Iedul Qur’ban. Lebih dari itu, Masjid Nurul Huda juga menjadi pusat kegiatan peringatan hari besar Islam seperti Maulid Nabi atau Isra Mi’raj.

Di masjid tersebut, berdiri sebuah menara yang tinggi menjulang dengan gaya arsitektur Timur-Tengah. Menurut berbagai catatan, menara Masjid Nurul Huda ini mulai dibangun sekitar tahun 1982. Saat itu, Desa Muara sendiri berada di bawah kepemimpinan Kepala Desa HM. Rosyidi AF.

Hingga pertengahan tahun 1990-an, Menara Masjid Nurul Huda ini menjadi satu-satunya bangunan paling ikonik dan paling dikenal oleh masyarakat setempat. Bahkan karena tingginya yang mencapai 5 meter lebih, konon dari atas menara tersebut akan bisa melihat dengan jelas pesisir atau pantai Laut Jawa di sekitar teluk Ciasem.

Saat itu, menara ini juga kerap dimanfaatkan oleh siswa-siswa dari dua Sekolah Dasar yang lokasinya berada di sekitar masjid, yaitu SDN I Muara dan MI Nurul Huda. Saat jam istirahat, cukup banyak para siswa yang kemudian memanjat menara hingga ke tingkat paling atas untuk bisa melihat pesisir pantai laut Jawa di bagian utara.

Menurut mendiang HM Rodyidi AF, pembangunan menara ini bertujuan untuk membangkitkan girah dan syiar Islam di desa tersebut. Selain itu, menara ini juga berfungsi untuk menempatkan pengeras suara (speaker) agar berada di tempat yang lebih tinggi supaya kumandang azan bisa didengar oleh sebagian besar masyarakat desa.

Hingga saat ini, Masjid Nurul Huda sendiri menjadi salah satu masjid yang paling aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan juga kegiatan sosial. Di masjid ini, kerap digelar pengajian rutin baik itu kaum ibu maupun pengajian bapak-bapak. Lebih dari itu, masjid ini juga tak pernah sepi dari jamaah yang menunaikan shalat lima waktu.

Di usianya yang mencapai 30 tahun lebih, Menara Masjid Nurul Huda seolah menjadi saksi bisu dari perjalanan dan peradaban Islam di desa Muara. Sampai detik ini, menara tersebut tetap berdiri kokoh dan menjadi peletup semangat dan motivasi bagi para ulama, dai dan tokoh-tokoh Islam Desa Muara dari generasi ke generasi.

Source http://www.soeararakjat.com http://www.soeararakjat.com/2017/06/menara-masjid-nurul-huda-bangunan.html
Comments
Loading...