Masjid Nur Rahmat Sendang Duwur Lamongan

0 119

Lokasi Masjid Nur Rahmat Sendang Duwur

Masjid ini terletak di Jalan Nur Rahmat, Desa Sendang Duwur, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur.

Masjid Nur Rahmat Sendang Duwur

Menurut riwayatnya, Masjid Nur Rahmat Sendang Duwur ini didirikan oleh Raden Nur Rahmat pada tahun 1561 M dengan candrasengkala (kronogram) yang berbunyi Gunaning Sarira Tirta Hayu. Candrasengkala adalah rumusan tahun dengan kata-kata yang setiap kata melambangkan angka, dibaca dari depan dan ditafsirkan dari belakang. Kronogram Jawa ini menggunakan sistem perhitungan bulan. Pembuatan candrasengkala biasanya juga dihubungkan dengan suatu kejadian atau kondisi masyarakat pada waktu itu.

Jadi, candrasengkala yang ditemukan pada pahatan dalam masjid Nur Rahmat ini menunjukkan bahwa masa pembuatan masjid tersebut. Gunaning = 3, Sarira = 8, Tirta = 4, dan Hayu = 1. Sesuai aturan penafsirannya maka candrasengkala tersebut berarti tahun 1483 Saka, yang bila dikonversi ke dalam tahun Masehi menunjukkan tahun 1561. Sedangkan, candrasengkala tersebut juga menjelaskan bahwa pada waktu itu daerah tersebut sangatlah sulit air sehingga untuk membangun sebuah masjid haruslah ada air yang cukup untuk melaksanakan shalat. “Badan manusia akan selamat kalau dibasuh dengan air.” Artinya, manusia hendaknya senantiasa berwudlu, terus melakukan shalat jika hidupnya ingin selamat.

Bangunan Masjid Nur Rahmat Sendang Duwur

Bangunan Masjid Nur Rahmat Sendang Duwurhttp://kekunaan.blogspot.co.id/2015/12/masjid-nur-rahmat-sendang-duwur.html ini memiliki atap yang berbentuk tajug tumpang tiga dengan mustaka di puncaknya. Atap puncak masjid bertutupkan kayu sirap. Tumpang di bawahnya menggunakan genteng dan telah terjadi perombakan beberapa kali. Masjid ini memiliki ruang utama berukuran 16 x 16 m, yang dibatasi oleh empat dinding dari tembok. Di dalam ruang utama terdapat 17 buah tiang kayu, yaitu empat buah tiang di tengah-tengah, empat tiang sebelah timur, tiga tiang masing-masing di utara, barat, dan selatan. Di dalam ruang utama terdapat mihrab, mimbar dan maksurah, dan dekat pintu masuk ke ruang utama masjid ini terdapat tangga ke tumpang.

Masjid ini mengalami renovasi dengani timur terdapat s menambah serambi masjid di sebelah timur, utara, dan selatan. Serambi ini terbuat dari beton. Di dalam serambi ada dua bedug yang ditopang oleh rangka kayu. Di sebelah timur serambi masih tersisa lahan untuk halaman masjid yang diberi pagar tralis. Halaman masjid tersebut ada 3 gentong besar yang separuh badannya ditanam di tanah. Dulu gentong tersebut digunakan untuk menyimpan air yang akan dipakai untuk berwudlu. Airnya diambil dari sendang, terus di bawa ke atas, dan dimasukkan dalam gentong tersebut.

Source Masjid Nur Rahmat Sendang Duwur Lamongan Jawa Timur
Comments
Loading...