Sejarah Masjid Jami’ Josari (Daarul Muttaqien)

0 410

Lokasi Sejarah Masjid Jami’ Josari (Daarul Muttaqien)

Masjid Jami’ Josati terletak di Josari, Kecamatan Jetis Ponorogo, Jawa Timur.

Sejarah Masjid Jami’ Josari (Daarul Muttaqien)

Menurut beberapa cerita, orang yang pertama kali mensyiarkan agama islam di desa Josari adalah seorang yang berasal dari Jepara, yang bernama Imam Asy’ari. Beliau merupakan santri Kyai Donopuro yang berada di dukuh Setono desa Tegalsari. Beberapa tahun kemudian, beliau diutus oleh Kyai Donopuro untuk mensiarkan agama islam di desa Josari dengan di bekali masjid. Dikarenakan pada saat itu, di Desa Josari belum ada masjid dan sebagian besar masyarakatnya masih beragama hindu. Dalam syiarnya, beliau kemudian mendirikan pondok pesantren yang awalnya hanya memiliki beberapa santri.

Selang beberapa lama, beliau dipanggil oleh ayahnya untuk pulang ke Jepara karena ada kepentingan pemerintahan. Kemudian syiar agama islam di desa Josari diteruskan oleh Ustad, beliau adalah menantu dari mbah  Imam Asy’ari yang juga santri kyai Donopuro dari pondok setono Tegalsari .

Masjid Jami’ Josari

Seiring berjalanya waktu, pada periode kepemimpinan mbah Ustad akhirnya masyarakat Josari banyak yang memeluk agama islam. Sehingga Masjid yang dibawa oleh mbah Imam Asy’ari dari setono Tegalsari tidak mencukupi untuk menampung para jamaah. Akhirnya, masjid tersebut di boyong ke desa Wonoketro. Setelah itu mbah Ustad membangun masjid baru yang lebih besar pada tahun 1643 M.

 Dalam proses pembangunan Masjid Jami’ Josari (Daarul Muttaqien), kayu yang dipakai adalah kayu jati, diambil dari hutan belantara tepatnya didesa Demangan. Dalam mendapatkanya beliau tidak menggunakan alat bantu apapun, Tetapi hanya menggunakan tangan kosong. Setelah itu kayu yang didapat dibawa langsung ke desa josari tanpa menggunakan alat bantu angkut apapun. Dan akhirnya berdirilah masjid Jami’ Josari. Dilihat dari segi bangunan masjid, banyak dipengaruhi dari budaya Hindu – Jawa. Yang bertujuan untuk menarik masyarakat yang beragama Hindu.

Menurut cerita, masjid tua Josari ini sudah masuk study kelayakan yang dilakukan oleh Dinas Purbakala Provinsi Jawa Timur pada tahun 2003 yang menyatakan bahwa masjid tersebut masuk dalam kategori Cagar Budaya Nasional sehingga perlu sekali untuk dilestarikan. Selain dijadikan pusat peribadatan oleh masyarakat Josari masjid tua ini juga di jadikan pusat pendidikan.

Disekitar Masjid Jami’ Josari (Daarul Muttaqien) dulu terdapat pondok, santri yang mukim datang dari berbagai daerah seperti sunda, madura, trenggalek, dan lain-lain. Salah satunya pendiri pondok modern gontor yaitu kyai Imam Zarkasi  juga pernah menjadi santri di pondok yang ada di desa josari ini. Selain santri yang mukim di pondok, warga sekitar khususnya orang laki-laki juga ikut ngaji akan tetapi setelah ngaji mereka kembali kerumah masing-masing.

Source Sejarah Masjid Jami’ Josari (Daarul Muttaqien Jawa Timur
Comments
Loading...