Masjid Muna Sulawesi Tenggara

0 195

Masjid Muna

Masjid Muna pernah dirawat La Ode Dika, Raja Muna terakhir yang dipilih oleh Sarano Muna yang dibentuk Raja La Titakono pada abad ke-17. Bangunan masjid tersebut juga sudah tidak asli.

Menurut Sirad Imbo, ketika Bupati Muna dijabat Maola Daud pada tahun 1980-an, bangunan masjid tua itu dirombak total ukuran dan bentuknya. Giliran Ridwan menjadi Bupati Muna (2000- 2005), bangunan masjid itu dirombak lagi untuk dikembalikan ke bentuk aslinya.

Masjid Muna terletak di tengah-tengah kawasan wisata, yang dibangun dengan ketinggian pondasi sekitar 100 meter. Saat ini kondisi mesjid Muna masih kurang diperhatikan oleh pemerintah, pasalnya terdapat sejumlah bangunan pendukung, pekerjaannya belum terselesaikan yaitu gerbang utama untuk masuk dalam kawasan masjid.

Luas Masjid Muna saat ini sekitar 30 x 40 meter, dengan struktur bangunan tembok serta rangka atap masjid dari baja dengan satu tiang utama yang berada di tengah Masjid menjadi penyangga. Hal tersebut membuat mesjid ini mengalami perubahan yang cukup signifikan dari wujud masjid muna saat pertama kali dibangun.

Imam Masjid Muna, Ismail menjelaskan bahwa perubahan masjid ini dikarenakan sekarang banyak pengunjung yang berdatangan, bukan hanya dari Sultra bahkan sampai dengan negara-negara tentangga seperti Malaysia dan Singapura. Perubahan itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan para pengujung.

Namun, dibalik kekurangan masjid itu secara umum suasanan tempat ini sangat sejuk, karena Anda akan disajikan dengan pemandangan hijau pepohonan serta pemandangan kebun jagung dan kacang tanah masyarakat di lokasi tersebut. Uniknya, pagar yang mengelilingi kebun tersebut dibentuk dengan menggunakan susunan batu kapur yang menyerupai benteng.

Source https://inspirasikamppus.wordpress.com/ https://inspirasikamppus.wordpress.com/2017/01/22/pesona-masjid-muna-wisata-religi-sejuta-sejarah/
Comments
Loading...