Masjid Merah Panjunan Cirebon

0 490

Lokasi Masjid Merah Panjunan

Masjid Merah Panjunan terletak di Jl. Kolektoran No.43, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Provinsi  Jawa Barat. 

Masjid Merah Panjunan

Masjid Merah Panjunan yang terbuat dari susunan batu bata merah yang pintu gapuranya memperlihatkan pengaruh Hindu dari jaman Majapahit yang banyak bertebaran di daerah Cirebon. Masjid Merah Panjunan ini telah dimasukkan sebagai sebuah Benda Cagar Budaya.

Gapura Masjid Merah Panjunan yang susunan bata warna merahnya memberikan nama tengah kepada masjid ini. Adalah Panembahan Ratu yang merupakan cicit Sunan Gunung Jati yang membangun tembok keliling Masjid Merah Panjunan yang terbuat dari bata merah setinggi 1,5 m dan ketebalan 40 cm pada tahun 1949.

Hasil gambar untuk Masjid Merah Panjunan Cirebon

Umpak pada tiang penyangga juga memperlihatkan pengaruh kebudayaan lama. Sementara keramik yang menempel pada dinding memperlihatkan pengaruh budaya Cina dan Eropa di masjid yang semula bernama al-Athyah ini. Beberapa keramik buatan Cina yang menempel pada dinding konon merupakan bagian dari hadiah ketika Sunan Gunung Jati menikah dengan Tan Hong Tien Nio.

Mungkin hanya ada di Cirebon bahwa sebuah bangunan masjid seperti Masjid Merah Panjunan ini pada bangunan mihrabnya, yaitu bagian yang menunjukkan arah kiblat, dihiasi dengan keramik yang indah. Lengkung pada mihrab pun yang berbentuk Paduraksa juga memperlihatkan pengaruh budaya lama. Menariknya, selain keramik Cina juga terdapat keramik buatan Belanda yang menempel pada dinding Masjid Merah Panjunan ini.

Karakteristik  Masjid Merah Panjunan

Tidak ada tulisan kaligrafi Arab indah yang berbunyi Allah dan Muhammad di tembok kiri dan kanan depan Masjid Merah Panjunan, sebagaimana banyak dijumpai pada bangunan masjid lain. Di Masjid Merah Panjunan, tulisan itu terdapat di bagian atas mihrab di dalam sebuah kotak kecil berbentuk wajik.

Yang menarik pada pilar Masjid Merah Panjunan adalah bentuk pilar bulat dengan umpak yang juga berbentuk bulat hanya terdapat di baris depan, yang tampaknya berfungsi sebagai Soko Guru, yang pada kebanyakan bangunan tradisional lain diletakkan dalam posisi segi empat. Pilar kayu lainnya berbentuk segi empat sebagaimana bentuk umpaknya.

Di Masjid Merah Panjunan ini memang tidak ada mimbar, karenanya hanya digunakan untuk sholat sehari-hari, tidak untuk ibadah sholat Jumat, atau sholat berjamaah di Hari Raya Islam. Belandar dan bagian dalam atap Masjid Merah Panjunan yang diunggah belakangan, atas permintaan mas Agus Saidi, dengan susunan kayu simetris dan blandar segi empat yang meramping di bagian tengah dengan ornamen daun di tepiannya.

Beduk dan kentongan Masjid Merah Panjunan yang terletak di sebelah kiri ruangan, bersebelahan dengan sebuah makam yang tidak diketahui siapa penghuninya. Sebuah papan berisi peringatan untuk memelihara situs Masjid Merah Panjunan dan ancaman hukuman bagi yang melanggarnya terlihat tergeletak menempel ke tembok. Ini karena beberapa keramik pada dinding Masjid Merah Panjunan pernah hilang dicongkel orang.

Source Masjid Merah Panjunan Jawa Barat
Comments
Loading...