Masjid Lompoe Urwatul Wudsqa

0 81

Masjid Lompoe Urwatul Wudsqa

Masjid Lompoe Urwatul Wudsqa adalah masjid peninggalan kerajaan tertua di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Masjid yang sudah berusia sekitar 164 tahun ini tetap berfungsi sebagaimana layaknya ketika awal didirikan di abad 19 silam.

Masjid Lompoe Urwatul Wudsqa didirikan tahun 1854 oleh Raja Turikale ke-IV, Karaeng Andi Sanrima Dg Parukka, bergelar Syeikh Abdul Qadir Djaelani. Banyak keunikan bisa dijumpai di Masjid Lompoe Urwatul Wudsqa, termasuk mimbar berukir buah nanas yang ternyata sarat makna dan keberadaan makam para bangsawan.

Masjid yang berada di pasar toa (tua) Jl Poros Bantimurung, Turikale ini didirikan tahun 1854 atas inisiatif sendiri oleh Raja Turikale. Masjid tersebut diresmikan pada 5 Oktober 1854. Bangunan tua yang menyerupai masjid di Kerajaan Demak ini baru direhabilitasi pada tahun 1990 oleh pengurus masjid dan ditempat inilah awal mula para tokoh membicarakan pembetukan Kabupaten Maros.

Awal didirikannya, masjid ini hanya bernama Lompoe. Namun, setelah melalui perkembangan, pemerintah Kabupaten Maros meminta, masjid Lompoa diganti dengan nama Urwatul Wutsqa.

Iman masjid selaku Keturunan Raja Turikale, Andi Muhammad Hidayat (Puang Rakka) mengatakan, masjid ini merupakan salah satu situs bersejarah di Kabupaten Maros. Masjid ini juga merupakan awal mula penyebaran ajaran Khalwatiyah.

Masjid yang berwarna hijau ini memiliki 15 pintu yang didatangkan langsung dari Jepara dan ukiran kaligrafinya dilakukan oleh pengurus masjid sendiri. Ada juga bedug yang masih ada sejak dibangunnya masjid ini serta terdapat makam-makam keturunan raja-raja Turikale di bagian belakang masjid.

Source https://www.sulselsatu.com https://www.sulselsatu.com/2018/05/18/sulsel/gowatamapan/%E2%80%8Bsejarah-masjid-tertua-di-maros-awal-terbentuknya-penganut-khalwatiyah.html
Comments
Loading...