Masjid Lama Kabanjahe Jejak Sejarah Islam Pertama di Tanah Karo

0 266

Masjid Lama Kabanjahe Jejak Sejarah Islam Pertama di Tanah Karo

Penyebaran agama Islam di Kabupaten Karo atau yang akrab disebut Bumi Turang ini sudah ada sejak lama. Hal ini ditandai dengan banyaknya masjid-masjid yang merupakan peninggalan sejarah. Salah satu peninggalan sejarah islam di Karo adalah Masjid Lama Kabanjahe, yang terletak di Jalan Masjid, Kelurahan Lau Cimba, Kabanjahe.

Terlihat dari luar, bangunan masjid berwarna putih dengan paduan warna hijau di beberapa bagiannya ini, sudah tampak kental dengan sejarahnya.

Bangunan masjid ini, terbuat dari papan yang disusun mendatar pada bagian dindingnya, dan menurun di bagian serambinya. Atap tiga tingkat dari masjid ini juga kental dengan historikalnya yang khas dengan arsitektur Melayu.

Beranjak ke bagian dalam, terlihat ruang ibadah masjid yang sederhana dan dibangun dua ruangan dengan pintu terpisah. Ruangan di sebelah kiri merupakan ruang ibadah kaum pria, sedangkan di sisi kanan merupakan ruang ibadah wanita. Di dinding masjid terdapat pula tiga al-quran berukuran besar.

Menurut informasi, masjid ini dikabarkan sebagai masjid pertama dan tertua di Tanah Karo. Berdasarkan keterangan dari pengurus Badan kenaziran Masjid (BKM) Masjid Lama Edi, bangunan ini pertama kali didirikan pada tahun 1902. Kemudian dua tahun berselang, masjid tersebut dapat diselesaikan tepatnya pada tahun 1904.

“Kalau setau saya ini lah masjid yang paling tua di Kabanjahe bahkan di Karo, tahun segitupun belum lahir kita kan,” ujar pria berkopeah hitam itu.

Dikatakannya, hingga saat ini bangunan masjid tersebut masih terjaga sejak pertama dibangun. Salah satu ciri khas historikal dari masjid ini adalah bedug yang terbuat dari kayu berukuran kurang lebih 1,5 meter. Bahkan, lokasi sholat antara laki-laki dan perempuan yang bersampingan juga masih dipertahankan.

“Kalau dalamnya ini belum ada yang dibangun lagi, masih asli dari dulunya. Bedug inipun kayu sama kulitnya masih asli. Tapi kanopi depan sama kamar mandi yang sempat diperbaiki,” ungkapnya.

Menurut sejarahnya, penyebaran agama islam dibawa oleh para pedagang yang datang ke Kabupaten Karo. Dikarenakan saat itu belum terdapat rumah ibadah bagi para pedagang Islam yang datang ke Kabanjahe, khususnya pedagang dari Aceh untuk membangun masjid di daerah itu.

Niat ini pun disampaikan pada Sibayak Lingga, penguasa adat saat itu. Niat tersebut ternyata diterima dengan baik oleh Sibayak Lingga. Kemudian dengan bantuan dana dari Sultan Langkat, akhirnya masjid ini didirikan dan menjadi yang pertama di Tanah Karo.

Pada bagian belakang masjid ini juga terdapat satu ruangan tambahan. Ruangan ini dulunya dijadikan pusat pengajian dan belajar agama Islam. Karena pada awal berdirinya, masjid ini merupakan pusat dakwah dan penyebaran Islam di Kabanjahe dan desa-desa lain yang letaknya berdekatan dengan Kota Kabanjahe.

Seiring dengan berjalannya waktu, penyebaran Islam di Tanah Karo pun semakin berkembang. Dengan itu, untuk menampung jamaah yang semakin banyak, maka dibangunlah Masjid Agung Kabanjahe.

Namun, meskipun sudah banyak masyarakat yang melaksanakan shalat di Masjid Agung, jamaah di Masjid Lama Kabanjahe hingga saat ini tetap terjaga. Yang menjadikan peninggalan sejarah Islam ini masih berdiri kokoh.

Source medan.tribunnews.co http://medan.tribunnews.com/2019/02/15/tribunwiki-masjid-lama-kabanjahe-jejak-sejarah-islam-pertama-di-tanah-karo
Comments
Loading...