Masjid KH Abdurrahman Jawa Timur

0 254

Lokasi Masjid KH Abdurrahman

Masjid KH Abdurrahman terletak di Tegalrejo, Semen, Nguntoronadi, Semen, Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, Jawa Timur 63383.

Masjid KH Abdurrahman

Sejarah penyebaran agama Islam di abad ke-19 tak bisa dilepaskan dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah Belanda di berbagai daerah. Salah satunya adalah sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro beserta pengikutnya di tahun 1825-1830. Setelah perjuangan Diponegoro berakhir, para pengikutnya melanjutkan perjuangan sambil menyebarkan agama Islam ke masyarakat yang masih kental dengan budaya dan agama Hindu Majapahit.

Para pengikut Diponegoro ini mendirikan masjid sebagai pusat pendidikan sekaligus tempat strategis menyusun perjuangan gerilya. Beberapa pengikut Diponegoro lari dan menetap di wilayah Jawa Timur yang waktu itu berada di bawah teritorial Kraton Solo, Jawa Tengah. Salah satu wilayah tersebut adalah yang kini bernama Kabupaten Magetan. Di Magetan, terdapat masjid kuno peninggalan pengikut Diponegoro yakni Masjid KH Abdurrahman.

Seperti namanya, masjid KH Abdurahman didirikan oleh KH Abdurrahman pada tahun 1835 Masehi. Setelah kalah perang melawan penjajah Belanda, para pengikut Pangeran Diponegoro ini menyebar dan mendirikan masjid yang dijadikan sebagai tempat pendidikan dan perjuangan termasuk di masjid ini. KH Abdurrahman merupakan keturunan keluarga Kraton Padjajaran, Jawa Barat, dan hijrah ke Pacitan, Jawa Timur, yang waktu itu berada di bawah kekuasaan Kraton Solo. Beliau berganti-ganti nama sebagai strategi perjuangan agar sulit dicari penjajah.

Bangunan Masjid KH Abdurrahman

Bangunan masjid ini merupakan gabungan arsitektur Jawa dan Islam, sama dengan masjid lainnya semasa itu. Bangunannya berbentuk rumah joglo yang atapnya berbentuk prisma segi empat yang biasa disebut meru. Di bagian puncak meru terdapat tonggak yang terbuat dari batu yang diukir sedemikian rupa. Menurut cerita, kayu untuk membangun masjid ini diambil dari hutan Kedungpanji, Magetan, dengan bantuan jin dan batu yang ada di atas meru diambil dari Sarangan, Magetan.

Bangunan dalam masjid terdiri dari ruang dalam yang jadi ruang inti untuk salat dan serambi yang biasa digunakan untuk tempat mengajar atau mengaji. Di ruang dalam masjid terdapat empat tiang kayu sono keling yang masih berdiri kokoh dan di bagian depan terdapat ruang imam shalat serta mimbar yang digunakan untuk ceramah atau khutbah. Di serambi masjid juga terdapat peninggalan bedug dan kentongan yang hingga kini masih difungsikan.

Sedangkan di barat masjid terdapat komplek pemakaman almarhum KH Abdurrahman beserta keturunannya. Setiap hari terutama malam, banyak peziarah dari dalam kota maupun luar kota yang berziarah. Peradaban Islam yang digagas KH Abdurrahman membuat wilayah dan masyarakat sekitar sejahtera dan makmur.  Sehingga kami sebagai keturunan beliau menyebut wilayah sini dengan Bumi Maslahat atau Bumi Kebaikan atau Bumi Kemakmuran.

Source https://singgahkemasjid.blogspot.co.id/ https://singgahkemasjid.blogspot.co.id/2017/05/masjid-kh-abdurrahman-tegalrejo.html
Comments
Loading...