Masjid Keramat Pelajau Kalimantan Selatan

0 82

Lokasi Masjid Keramat Pelajau

Masjid Keramat Pelajau terletak di Palajau, Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan 71352.

Masjid Keramat Pelajau

Masjid Keramat Pelajau adalah salah satu masjid tertua di Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Masjid yang terletak di desa Palajau, kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah ini dikelola masyarakat secara swadaya dan memiliki luas 400 meter persegi. Masjid ini merupakan bukti dari perjuangan melawan penjajah Belanda pada masa lalu khususnya di Kalimantan Selatan.

Keberadaan masjid ini cukup berarti bagi masyarakat Pelajau yang taat beribadah dan agamis. Selain menjadi tempat ibadah mahdhoh, juga menjadi pusat berkembangnya peradaban umat Islam di Barabai, umumnya di Kalsel. Letak masjid ini berada di desa Pelajau Kecamatan Pandawan yang berjarak kurang lebih 3 kilometer hingga 5 kilometer ke arah barat laut dari Kota Barabai, ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Sejarah Masjid Keramat Pelajau

Penulis buku “Sejarah Mesjid Keramat Pelajau Barabai” Meldy Muzada Elfa, mengungkapkan sejarah berdirinya Mesjid Keramat dimulai dari telah dikenalnya Kampung Pelajau yang memiliki sungai sejak abad ke-13 Masehi yang mulanya sungai tersebut bernama Palayarum, namun sungai tersebut kini sudah mati.

Palayarum, sebuah nama yang diambil dari sungai di pegunungan Meratus. Namun keberadaan sungai Palayarum sekarang sudah mati dan ditumbuhi oleh pohon-pohon rumbia. Padahal sebelumnya air mengalir dari pegunungan Meratus melalui sungai Batang Alai, sungai Palayarum ini menjulur ke sungai Buluh sampai ke Negara dan terus ke Banjarmasin yang merupakan pusat dari Kerajaan Banjar.

Di sebuah daerah di lereng pegunungan Meratus yang bertemu dengan dataran rendah ini, terdapat pusat kediaman penduduk yang tertua di Kalimantan Selatan. Memanjang dari utara ke selatan yaitu Muara Tabalong, Kelua sampai pada Amuntai atau yang lebih dikenal dengan Negara Daha. Sungai Alai Birayang dengan ranting sungai-sungainya seperti Sungai Kambat dan Sungai Palayarum yang semakin mengalami pendangkalan karena erosi.

Sungai Palayarum dahulu merupakan satu-satunya urat nadi perhubungan yang dapat dilayari oleh para pedagang. Sambil berdakwah menyiarkan agama Islam, di tepi sungai yaitu di tempat yang disebut Pelajau tumbuh sebatang pohon kayu besar yang rimbun. Di bawah pohon tua itu dibangun tempat peristirahatan yang sangat sederhana, dan pohon kayu tersebut kemudian dinamai Pelajau.

Source https://id.wikipedia.org/wiki/ https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Keramat_Pelajau
Comments
Loading...