Masjid Kauman Ungaran

0 184

Masjid Kauman

Siapa orang Ungaran yang tidak kenal dengan Masjid Kauman yang letaknya di sebelah Utara alon-alon Ungaran lama ini. Masjid Kauman Ungaran adalah salah satu masjid tertua di kota Ungaran, Kabupaten Semarang. Masjid Kauman Ungaran ini berdiri pada 10 Romadhon tahun 1817. Bangunan Masjid ini masih sangat asli seperti dulu kala waktu pertama kali di bangun, hanya ada perubahan kecil-kecil untuk menambah fasilitas tambahan pada masjid ini.

Sejarah berdirinya Masjid Kauman Ungaran menurut salah satu tokoh masjid ini, dulunya di mulai dari tiang peyangga masjid di ambil dari ranting pohon jati yang ditebang oleh Sunan Kalijogo. Sunan Kalijogo menebang kayu jati di daerah Ungaran yang sekarang disebut daerah Sapen di sebelah Barat Gunung Siwakul. Kayu jati ini sebenarnya di peruntukan untuk membangun Masjid Demak. Tapi setelah ditebang dan kemudian di ukur kembali oleh Sunan Kali Jogo, ternyata batang kayu jati ini kurang setengah meter. Maka batang kayu ini tidak jadi di peruntukan untuk Masjid Demak.

Karena tidak jadi di pakai di Masjid Demak, maka oleh dua kakak beradik yang berasal dari Demak Pangeran Purbojati Purwonegoro dan adiknya Pangeran Purbo Negoro Joyodiningrat meminta ranting batang kayu jati ini sebagai peyangga Masjid Kauman Ungaran. Bayangkan sebesar apa batang pohon jati yang ditebang Sunan Kalijogo jika rantingnya saja bisa di gunakan sebagai penyangga/pilar berjumlah empat buah Masjid Kauman Ungaran ini.

Bukan itu saja, ranting itu juga di gunakan sebagai pintu yang berjumlah 9 buah, daun jendela berjumlah 2 buah, pagar samping, tempat kotbah di samping mihrap, kentongan, bedug dan atap masjid yang sampai sekarang masih sempurna keadaannya. Dalam pembangunan Masjid Kauman Ungaran ini kedua Pangeran ini dibantu oleh Hasan Munadi dan putranya Hasan Dipuro. Setelah diambil rantingnya, batang pohon jati ini di biarkan di dekat sungai garang. Dan pada waktu hujan, terseret arus air hingga sampai bendungan Sampangan yang sampai sekarang tidak di ketahui rimbanya. Ada semacam ukiran yang menunjukan waktu pertama di bangunnya Masjid kauman Ungaran di atas wuwungan atap. Tapi karena tergerus waktu, ukiran itu lampuk di makan waktu dan sekarang sudah tidak ada lagi

Masjid Kauman Ungaran ini sangat menarik bagi masyarakat Ungaran dan sekitarnya, karena pada tahun 1900 an terkenal sekali dengan istilah “mercon dung”. Mercon dung ini adalah mercon yang dinyalakan sebagai penanda waktunya berbuka puasa bagi kaum muslim. Jadi mercon dung ini hanya ada pada waktu bulan puasa menghadapi hari Lebaran. Dan uniknya mercon dung ini kalau kita bisa menyebut seperti mercon kembang api yang bunyinya ada di bawah dan diatas.

Dan yang jelas suaranya sangat keras sekali dan bisa didengar oleh seluruh warga kota Ungaran dan sekitarnya. Dan yang menarik juga setiap mercon dung ini mau dinyalakan pasti banyak sekali warga Ungaran berbondong-bondong untuk melihat langsung. Ada kejadian menarik di mercon dung ini. Pernah waktu disulut itu tidak menyala di atas, karena diatas udara tidak menyala maka mercon ini turun kebawah di dekat masjid. Dan menyalanya malah di bawah. Kejadian ini terjadi 2 kali dan membuat heboh penontonnya.

Kenapa Masjid ini letaknya tidak center dengan alon-alon Ungaran? Dulu diperkirakan lahan yang dibutuhkan sepertinya masih kurang makanya diletakan di sebelah utara alon-alon Ungaran. Dan Masjid Kauman Ungaran ini di kelilingi oleh kantor pemerintahan, dulu di sebut kantor Kawedanan dan Kanjengan.

Masjid Kauman Ungaran ini sangat menarik sekali, waktu subuh kalau bedugnya di tabuh pasti bunyinya sampai jauh sekali terdengar. Bahkan sampai terdengar di daerah Nyatnyono Ungaran yang letaknya sangat jauh dari Masjid Kauman Ungaran.

Masjid ini direhab beberapa tahun yang lalu karena perkembangan jaman dimana umatnya bertambah banyak. Mulai dari lantai yang diganti dengan keramik, penambahan ruang sholat untuk wanita, tempat wundhu untuk pria dan wanita, tambahan selasar depan. Dengan penambahan ruang-ruang pendukung ini atap dan ruang sholat utama masih asli, bahkan kusen dan pintu jendela yang dulunya dicat, di kembalikan lagi kebentuk aslinya. Artinya dengan warna kayu asli seperti sedia kala. Masjid ini patut di kunjungi oleh siapa saja karena keunikannya sangat menarik.

Source https://myimage.id https://myimage.id/masjid-kauman-ungaran-yang-masih-asli-sampai-sekarang/
Comments
Loading...