Masjid Kajen, Masjid Tertua di Kota Pati

0 27

Masjid Kajen, Masjid Tertua di Kota Pati

Tidak seperti kebanyakan masjid yang memiliki nama-nama khusus dari bahasa Arab. Masjid Kajen adalah nama yang sejak dulu melekat bagi sebuah Masjid Jami’ Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Terlihat dari bangunan aslinya yang masih tampak jelas, masjid ini tergolong tua. Namun begitu belum ditemukan catatan yang memberikan informasi secara persis, kapan Masjid Kajen pertama kali dibangun. Hanya saja, menurut penuturan warga sekitar dan juga para pengurus masjid, pada zaman dahulu Masjid Kajen di­dirikan oleh KH Ahmad Muttammakin, seorang ulama kharismatik yang sangat berpengaruh atas penyebaran agama Islam di pulau Jawa.

Selain keberadaannya yang dikelilingi puluhan Pondok Pesantren, masjid ini memiliki sumber air yang terus keluar tanpa menggunakan mesin modern, ya layaknya sumber zam-zam di Arab Saudi.

Menurut pengurus masjid Desa Kajen, KH Muadz Thohir, renovasi ba­gian masjid terakhir kali di­lakukan pada tahun 1960-an. ”Saat itu hanya bagian sam­ping yang diperbaiki,” tu­turnya. Struktur bangunan masjid ini didominasi dari bahan kayu, meski usianya sudah ratusan tahun ba­ngun­an masjid masih terlihat cukup kuat. Selain banyak didominasi kayu, nuan­sa kuno pada bangunan Masjid Kajen juga bi­sa dilihat pada lantai masjid yang masih menggunakan tegel. Bentuk tegel seder­ha­na di masjid tadi telah berubah menjadi meng­kilap, karena umurnya sudah lebih da­ri seratus tahun.

Ciri Khas Kegiatan Keagamaan

Tidak hanya bentuk bangunannya yang khas. Aktivitas keagamaan di Mas­jid Desa Kajen juga cukup berbeda de­ngan masjid kebanyakan. Salah satunya terlihat saat pelaksanaan shalat tarawih yang dibagi menjadi dua kelompok.Kelompok pertama men­ja­lankan salat tarawih dengan ba­caan Al-Quran sebanyak sa­tu juz. Sedangkan kelompok ke­dua menjalankan shalat ta­ra­wih di serambi masjid de­ngan membaca surat-surat pendek.

Shalat Jumat di masjid ter­sebut juga cukup khas. Kha­tib yang membacakan khotbah di Masjid Kajen menggunakan bahasa Arab pada semua bagian khotbah, baik khotbah pertama mau­pun kedua.Waktu khotbah bisanya juga lebih singkat, sehingga jamaah yang tidak segera datang ke masjid setelah mendengar adzan akan ketinggalan mengikuti salat Jumat. Selain untuk salat, di masjid inijuga sangat mudahdijumpai sejumlah santri yang sedang menghafalkan Al-Quran.

Sejarah Pembangunan Masjid Kajen

Masjid Jami’ Kajen yang terletak di jantung desa Kajen, didirikan pada masa KH. Ahmad Mutamakkin sekaligus diprakasai oleh beliau dan Syaikh Syamsudin. Adapun tahun berdirinya sampai sekarang belum ada yang tau pasti kapan berdirinya masjid jami’ kajen, namun seorang arkeologi pernah meneliti bahwa terdapat sejarah pembangunan masjid jami’ Kajen, terdapat pada ornament-ornamen yang terdapat di mimbar masjid dan bagian depan masjid, meski demikian tidak ada tahun pasti yang bisa ditemukan.

Source http://www.kabarkotapati.com http://www.kabarkotapati.com/2016/06/masjid-kajen-masjid-tertua-di-kota-pati.html
Comments
Loading...