Masjid Jamik Taluak Bukittinggi

0 99

Lokasi Masjid Jamik Taluak Bukittinggi

Masjid Jamik Taluak Bukittinggi terletak di Jorong Taluak Sei Puar, Taluak Ampek Suku, Banuhampu, Taluak Ampek Suku, Banuhampu, Kabupaten Agam, Sumatera Barat 26181.

Masjid Jamik Taluak Bukittinggi

Pembangunan masjid ini diprakarsai oleh Haji Abdul Majid pada tahun 1860, yang pada mulanya hanya terbuat dari kayu beratapkan ijuk. Masjid ini sempat mengalami beberapa kerusakan cukup berarti akibat gempa, seperti pada tahun 2007 yang mengakibatkan masjid ini rusak parah. Meski telah beberapa kali dilakukan perbaikan, keaslian masjid ini masih tetap dipertahankan. Arsitektur yang dimiliki masjid ini secara keseluruhan dipengaruhi oleh corak Minangkabau. Pengaruh Arab datang kemudian dengan dibangunnya minaret lalu disusul pembuatan fasad.

Dengan arsitektur yang dimilikinya, Masjid Jamik Taluak Bukittinggi ini juga menjadi salah satu masjid yang paling banyak difoto selama masa Pemerintahan Hindia-Belanda, yang kini dikoleksi oleh Tropenmuseum di Amsterdam, Belanda. Saat ini selain digunakan untuk aktivitas ibadah umat Islam, masjid satu lantai ini juga digunakan sebagai sarana pendidikan agama bagi masyarakat, bahkan telah menjadi salah satu daya tarik wisata terkenal baik di Kabupaten Agam maupun di Kota Bukittinggi.

Bangunan Masjid Jamik Taluak Bukittinggi

Bangunan utama masjid ini, yang merupakan ruang salat, berbentuk persegi berukuran 13 × 13 meter. Di arah tenggaranya, terdapat serambi yang berfungsi sebagai tempat peralihan dari luar ke bagian dalam dengan panjang 13 meter dan lebar 3 meter. Serambi tersebut bukan merupakan teras depan, sebab memiliki dinding dan beberapa jendela. Tangga masuk menuju serambi tidak terdapat di bagian tengah fasad, melainkan di ujung kiri dan kanan yang masing-masing memiliki atap sendiri.

Seluruh atap, termasuk atap ruang salat kecuali atap minaret, berbentuk piramidal berundak-undak, yang umum dimiliki masjid-masjid tua di Nusantara. Hanya bedanya, dibuat dengan kemiringan yang jauh lebih tajam dan permukaan yang cekung cocok untuk daerah beriklim tropis karena dapat lebih cepat mengalirkan air hujan ke bawah. Atap-atap tersebut masing-masing berdenah bujur sangkar dan terdiri dari tiga tingkat. Di antara setiap tingkatan, terdapat celah untuk pencahayaan atau ventilasi.

Source http://forumpecintabangunankuno.blogspot.co.id/ http://forumpecintabangunankuno.blogspot.co.id/2015/07/masjid-jamik-taluak-bukittinggi.html#more
Comments
Loading...