Masjid Jamik Sumenep

0 109

Lokasi Masjid Jamik Sumenep

Masjid ini terletak di Jalan Trunojoyo No. 6 Kelurahan Bangselok, Kecamatan Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Masjid yang berada di jantung Kota Sumenep ini berbatasan dengan Jalan Trunoyo di sebelah timur yang di seberangnya terdapat alun-alun, di sebelah barat berbatasan pemukiman penduduk, sebelah utara dengan deretan ruko, dan di sebelah selatan berbatasan dengan Pasar Polowijo.

Masjid Jamik Sumenep

Masjid Jamik Kabupaten Sumenep dibangun oleh Panembahan Sumala, Adipati Sumenep ke-31, setelah selesai merampungkan tempat tinggal dan sekaligus sebagai pusat dalam menjalankan roda pemerintahannya yang dikenal dengan sebutan Kraton Sumenep. Pembangunan masjid ini dimulai pada tahun 1198 H (1779 M) dan selesai pada tahun 1206 H (1787 M), dengan menggunakan aristek yang sama dalam pembangunan Kraton Sumenep, yaitu seorang Tionghoa bernama Lauw Piango. Lauw Piango adalah cucu dari Lauw Khun Thing yang merupakan salah satu di antara 6 orang Tionghoa yang mula-mula datang dan menetap di Sumenep. Ia diperkirakan pelarian dari Semarang akibat adanya Huru-hara Tionghoa (1740 M).

Adipati Pangeran Natakusuma, yang tidak lain adalah Panembahan Sumala, sengaja mendirikan Masjid Jamik Kabupaten Sumenep yang jauh lebih besar untuk menampung jamaah yang semakin bertambah, karena Masegit Laju (masjid lama) yang dibangun oleh Tumenggung Anggadipa pada tahun 1639 M di Desa Kepanjin, sudah tak lagi memadai kapasitasnya untuk menampung jamaah.

Bangunan Masjid Jamik Sumenep

Masjid Jamik Sumenep berdiri di atas lahan seluas 1,2 hektar dengan ukuran bujursangkar yaitu 100 meter x 100 meter. Masjid ini memiliki arsitektural perpaduan antara kultur Arab, Persia, China, India maupun Jawa. Bangunan masjid ini tidak dibangun secara bersamaan namun diperluas secara bertahap.

Kompleks bangunan masjid menghampar dari sisi timur ke barat. Ruang utama masjid ini memiliki 13 soko (tiang penyangga) yang lumayan besar, dan beratapkan tumpang bersusun tiga dengan mustaka berbentuk bujursangkar yang menopang bola bersusun tiga yang makin ke atas kian meruncing. Di dalam ruang utama terdapat mihrab, mimbar, dan maksurah. Mihrab terletak di dinding barat. Pilaster bagian luar bersusun dua sedangkan bagian dalam bersusun tiga. Antara pilaster bagian luar dengan bagian dalam terdapat hiasan bingkai cermin. Sedangkan mimbar beratap rata yang ditempel tegel keramik, bagian atasnya terdapat hiasan pelipit rata dan setengah lingkaran.

Selain itu, di dinding timur dalam ruang utama terdapat dua prasasti yang mengapit pintu masuk utama. Prasasti I yang berada di sebelah utara berhuruf Arab, sedangkan Prasasti II yang terletak di sebelah selatan, menggunakan huruf Arab dan Jawa. Ruang utama masjid ini diapit oleh beberapa serambi, yaitu serambi utara, timur, dan selatan. Bedug utama masjid terlihat di serambi sebelah utara.

Source Masjd Jamik Sumenep Jawa Timur
Comments
Loading...