Masjid Jamiatul Khair Mempawah Pontianak

0 255

Lokasi Masjid Jamiatul Khair Mempawah

Masjid Jamiatul Khair terletak di Kelurahan Pulau Pedalaman, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.

Masjid Jamiatul Khair Mempawah

Masjid Jamiatul Khair didirikan pada tanggal 8 Dzulhijjah 1324 H atau bertepatan dengan tanggal 25 Desember 1906, oleh Panembahan Mempawah Muhammad Taufik Akamaddin, atau biasa disebut dengan Gusti Muhammad Taufik. Beliau adalah putra Gusti Ibrahim, yang bergelar Panembahan Ibrahim Muhammad Syafiuddin (1864-1887). Penobatan Gusti Muhammad Taufik karena menggantikan Gusti Intan, menantu Gusti Ibrahim atau yang tidak lain juga adalah saudara ipar Gusti Muhammad Taufik pada tahun 1902.

Kampung Pulau Pedalaman dipilih pihak kerajaan karena lokasinya sangat strategis. Selain berada di pinggir Sungai Mempawah juga tidak jauh dari Istana Amantubillah. Sungai saat itu menjadi urat nadi perekonomian. Sampan sebagai alat transportasi utama. Sehingga warga yang menggunakan sampan dengan mudah dapat menjangkau masjid ini. Tak heran mereka yang mengunjungi istana berkesempatan melihat dari dekat masjid ini dan sekaligus beribadah. Pemandangan sekitar masjid juga cukup menarik. Sungai Mempawah yang persis berada di halaman depan menjadi daya tarik tersendiri.

Bagian Dalam Masjid Jamiatul Khair Mempawah

Areal masjid awalnya cukup luas. Pohon-pohon rindang mengelilingi masjid. Namun sejalan dengan waktu, pihak kerajaan melakukan pembagian lahan di kawasan itu untuk tempat tinggal kerabat. Juga terdapat lahan untuk tanah wakaf keluarga. Hingga kini, istana maupun masjid memang sudah dikelilingi rumah-rumah para kerabat. Masjid Jamiatul Khair saat itu selalu ramai dikunjungi, baik salat lima waktu, salat jumat, Idul Fitri maupun Idul Adha. Karena semua umat Islam pada hari itu berbondong-bondong ke masjid.

Walaupun telah berusia 108 tahun, kondisi Masjid Jamiatul Khair sangat baik. Sebagian besar kerangka bangunan yang menggunakan kayu belian seperti tiang, lantai dan dinding masjid, tetap terawat. Atap masjid juga terbuat dari sirap belian. Namun sebagian telah dilapisi atap seng.

Khas masjid ini adalah warna kuning telur dengan kombinasi hijau. Pergantian hanya pada kubah yang semula disusun dari atap sirap kini dilapisi seng. Atap sirap tidak dilepas agar tetap tahan dan menjaga keasliannya. Bangunan ini memiliki tiga kubah dengan bentuk limas. Di atas kubah terdapat kendi. Tempayan kecil ini dipertahankan karena ada amanah dari Panembahan Muhammad Taufik Akamaddin, yang meminta kendi di atas kubah tetap dipertahankan.

Source Masjid Jamiatul Khair Mempawah Pontianak KalBar
Comments
Loading...