Masjid Jami’ Nurushshabah Jatinegara Jakarta Timur

0 135

Masjid Jami’ Nurushshabah Jatinegara Jakarta Timur

Masjid Jami’ Nurushshabah terletak di Jl. Masjid No.23, RT.14/RW.9, Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur. Masjid yang didirikan tahun 1839, dahulunya disebut Masjid Pos Bidaracina yang pendirinya bernama Imam Muhamad. Ia memperoleh tanah dari kumpeni untuk membangun masjid ini.

Bentuk bangunan masjid jami’ Nurushshabah terdiri atas bentuk arsitektur Timur Tengah, Modern, dan Tradisional Jawa. Bentuk arsitektur Timur Tengah direpresentasikan oleh bentuk atap kubah bawang dan kubah setengah bola pada puncak atap bangunan masjid dan puncak menaranya. Bentuk arsitektur Modern direpresentasikan oleh fasad ruang utama yang berupa pintu dan jendela kaca transparan berukuran standard. Bentuk arsitektur tradisional Jawa direpresentasikan oleh bentuk atap tajuk.

Proses akulturasi arsitektur yang terjadi adalah adopsi. Bentuk arsitektur Timur Tengah sebagai bentuk arsitektur non lokal mendominasi bentuk arsitektur bangunan masjid.

Masjid Jami’ Nurushshabah, memiliki ukuran luas bangunan sekitar 18 m x 30 m dan memiliki satu buah menara besar dan empat menara kecil. Atap bangunan yang menaungi ruang utama berbentuk tajuk. Pada sisi dalam terlihat bentuk bujur sangkar pada bagian teratas atap. Pada sisi luar eksterior di puncak atap tajuk ditempatkan atap kubah bawang aluminium.

Pada dinding ruang utama sisi selatan dan utara bagian bawah terdapat pintu geser kaca dan jendela kaca berangka aluminium warna putih. Sementara pada bagian atas dinding terdapat jendela kaca berangka aluminium. Dinding ruang utama sisi timur yang merupakan pembatas dengan serambi terdapat pintu geser kaca dan jendela kaca berangka aluminium.

Pada dinding sisi barat terdapat mihrab yang menjorok keluar. Sisi dalam dinding ini dan mihrab dilapis marmer warna hitam. Pada bagian atas mihrab berbentuk lengkung setengah lingkaran yang padanya ada kaligrafi tulisan Arab. Pada bagian atas dinding sisi barat terdapat jendela kaca rangka aluminium warna putih.

Di sebelah selatan dan utara ruang utama adalah teras terbuka selatan dan utara. Teras selatan lebih luas dibandingkan dengan teras utara. Dinding sisi luar serambi selatan berupa bentukan lengkung bagian atasnya.
Di sebelah timur ruang utama adalah serambi. Pada sisi timur serambi ini terdapat pintu samping dan lubang-lubang berbentuk lengkung setengah lingkaran bagian atasnya. Di sebelah utara serambi terdapat tempat wudlu dan tangga naik ke lantai atas.

Di sebelah barar teras selatan terdapat bangunan Menara berbentuk segi empat yang semakin ke atas semakin mengecil. Bangunan menara terbagi tiga oleh adanya tiga selasar yang mengelilingi badan menara. Bagian bawah tingginya sekitar 7 meter, bagian tengah tingginya sekitar 3 meter, bagian atas tingginya sekitar 3 meter, dan puncaknya berketinggian 1 meter.

Pada keempat sisinya, diantara tiap-tiap selasar, terdapat kerawang berbentuk lengkung setengsh lingkaran pada bagian atasnya. Pada puncak Menara terdapat atap kubah bawang aluminium. Selain bangunan Menara ini, pada pojok-pojok tenggara dan barat daya juga ditempatkan menara-menara kecil dan pendek, bentuknya bulat dan atapnya kubah setengah bola dari plat beton.

Source https://gpswisataindonesia.info https://gpswisataindonesia.info/2019/03/masjid-jami-nurushshabah-jatinegara-jakarta-timur/
Comments
Loading...