Masjid Jami’ Ngronggi Ngawi

0 227

Lokasi Masjid Jami’ Ngronggi

Masjid Jami’ Ngronggi terletak di Dusun Ngronggi Desa Grudo, Kec. Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Indonesia, atau tepatnya di Jalan Harjono RT 01/02 Ngronggi Grudo Ngawi, Jawa Timur.

Masjid Jami’ Ngronggi

Masjid Jami’ Ngronggi merupakan salah satu masjid tertua di Kabupaten Ngawi yang didirikan oleh Kyai H. Nguzair pada tahun 1875 dengan kondisi yang amat sederhana dengan ukuran 8 x10 m, didinding dari gedek/sesek, atap dari sirap, lantai dari tanah, diatas lahan/tanah milik pribadi Kyai H.

Kyai H. Nguzair mendirikan Masjid jami’ Ngronggi ini mempunyai makdsud dan tujuan untuk memberikan pengertian ajaran – ajaran Agama Islam kepada masyarakat lingkungan setempat yang kurang bahkan jauh dari pengetahuan Agama Islam. Dengan keberadaan Masjid Jami’ di Ngronggi, syiar Agama Islam berkembang semakin luas, diawali dari lingkungan masjid sampai pada Desa-Desa sekitarnya seperti di Desa Beran, Ngale, Tempuran dan sekitarnya, selain itu karena Ngronggi berada dalam wilayah Kota Ngawi akhirnya oleh Pengulu kota Ngawi sekitar tahun 1900 Masjid Jami’ Ngronggi ditunjuk sebagai tempat kantor Pengulu dan urusan-urusan Agama Islam seperti masalah Perkawinan dan lain-lain.

Kyai H. Nguzair dalam mengelola Masjid tersebut dibantu para putranya Kyai H.  Abdullah, Kyai H.  Abdurrahman, serta Kyai Tohir. Pada tahun 1900 K.H. Nguzair wafat, selanjutnya dikelola oleh Putranya yaitu Kyai H. Abdullah dibantu oleh Kyai H. Abdurrahman. Pada masa pengelolaan Kyai H.  Abdullah, banyak perubahan-perubahan, mulai dari fisik bangunan masjid ada perbaikan yaitu dengan mengganti dinding gedek diganti papan, atap diganti genteng, tiang diganti kayu Jati dengan ukuran tinggi 7 m, lebar ditambah menjadi 12 x 12 m, kuncungan dibuat bentuk bulat kecil lancip dan dilengkapi mimbar ukiran serta ditambah bangunan Pondok Pesantren, sehingga syiar Agama Islam juga semakin meningkat.

Pada masa itu Pemerintahan masih dikuasai oleh Belanda sehingga syiar Agama Islam tidak mudah, hal ini tidak menyurutkan niat dan tekad Kyai H Abdullah, beliau mengembangkan ajaran-ajaran Agama Islam melalui perorangan, kelompok-kelompok kecil, maupun melalui keluarga.

Dikarenakan santri mulai bertambah sehingga th. 1912 Kyai H. Adullah mendirikan pondok pesantren berlokasi di sebelah utara masjid, pengajarnya selain Kyai H. Abdullah dibantu Kyai H.  Abdurrahman dan Kyai H. Tohir.   Setelah Kyai H. Abdullah wafat, pengelolaan masjid dilanjutkan oleh Kyai H. Abdurrahman dan Kyai H. Tohir sampai th. 1930.

Setelah K.H. Abdurrahman dan K.H. Tohir wafat pengelolaan masjid dilanjutkan oleh K.H. Hasbullah, antara th. 1930 sampai dengan tahun 1945. Pada periode ini difokuskan pada perbaikan serta pemeliharaan bangunan masjid yang dibiayai Swadaya murni. Tahun 1945 masa pemerintahan RI, syiar Agama Islam mendapat kebebasan penuh sehingga peningkatannya semakin meluas.

Tahun 1945, pengelolaan masjid diteruskan oleh K.H. Adnan yang dibantu K.H. Zaenuri, pada th. 1959 dilengkapi dengan Madrasah dengan guru ngajinya adalah Sdr Suroso, Kusaeri, Sudarno. Selanjutnya sarana bangunan masjid dilengkapi dengan gedung Madrasah yang didirikan secara swadaya murni oleh K.H. Adnan th. 1945 sd. 1974 serta dilengkapi bangunan untuk wudhu yang ditempatkan di sebelah utara Masjid, sekarang digunakan untuk gedung MI.

Semenjak Masjid Jami’ Ngronggi dilengkapi dengan sarana pondok pesantren dan Madrsah, Dusun Ngronggi menjadi sentral kegiatan syiar Agama Islam. Setelah wafatnya K.H. Adnan kemudian pengelolaan dilanjutkan oleh K.H.

Source http://jawatimuran.net/ http://jawatimuran.net/2016/09/30/masjid-jami-baiturrahman-ngronggi-kabupaten-ngawi/
Comments
Loading...