Masjid Jami An-Nawawi Banten

0 285

Lokasi Masjid Jami An-Nawawi

Masjid Jami An-Nawawi terletak di Kecamatan Tanara, Serang, Banten.

Masjid Jami An-Nawawi

Tak ada orang yang tahu kapan persisnya Masjid Jami An-Nawawi ini didirikan oleh Syekh Nawawi. Namun, jika mengetahui bahwa Syekh Nawawi dilahirkan pada tahun 1813 Masehi, maka kemungkinan besar masjid ini didirikan antara tahun 1850 hingga 1860-an.

Syekh Nawawi mendirikan rumah, mengelola pesantren, dan memimpin masjid di kampung ini. Namun, karena ia memperoleh intimidasi pejajah Belanda, ia kemudian hijrah ke Mekkah. Ia tidak tenang hidup di Tanara. Dia lalu tinggal di mekkah hingga akhir hayatnya. Makamnya pun di sana, yaitu di Ma’la, Mekkah. Sebagian karyanya ditulis di sana, sebagian lagi di Tanara.

Pemberian nama masjid yang diambil dari pendakwah Syekh Nawawi al-Bantani tentu bukan kebetulan. Pasalnya, di masjid ini ia dulu berjuang dan berdakwah. Sebagian hidupnya dijalani di sana. Meski sudah tak tampak seperti dulu, masjid ini tetap menyimpan kenangan tersendiri bagi masyarakat Tanara.

Setelah Syekh Nawawi ke Mekkah, semua urusan masjid dan pesantren dikelola Kyai Arsyad Gasir. Ia tak lain adalah pamannya sendiri, yang juga merupakan muridnya. Pada masa dia, masjid mengalami pemugaran untuk pertama kalinya. Saat itulah, bangunan masjid diganti dengan bahan dari batu bata dan semen. Unsur kayu mulai dihilangkan.

Di dalam masjid ada empat tiang pondasi. Diameternya mencapai 50 cm, tingginya sekitar lima meter. Empat tiang ini dibangun di masa Kyai Arsyad. Empat tiang mengandung nilai filosofis, yang menggambarkan empat sahabat dekat nabi, yaitu Abu Bakar Al-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Empat tiang itu pun, menurut cerita, didirikan kyai Arsyad dengan diawali berpuasa selama 40 hari. Itulah sebabnya, masjid ini berpondasi empat tiang untik mengingat apa yang telah dilakukan Kyai Arsyad.

Sebagian masyarakat sangat menolak bila tiang tersebut. Mereka menganggap bahwa bagian tiang adalah peninggalan Kyai Arsyad yang patut dipertahankan. Saat Syekh Nawawi masih di Tanara, jamaah mengambil air wudhu dari sumur yang letaknya di luar depan mihrab imam. Kini, sumur tersebut sudah tidak ada lagi. Di samping itu, di depan mihrab imam bagian luar juga terdapat air kolam. Luasnya sekitar 4×4 meeter. Kolam ini, konon, merupakan peninggalan Kyai Arsyad. Namun, kolam itu jarang digunakan. Jamaah biasanya berwudhu di bagian tempat biasa.

Source http://forumpecintabangunankuno.blogspot.co.id/ http://forumpecintabangunankuno.blogspot.co.id/2012/12/masjid-jami-nawawi.html#more
Comments
Loading...