Masjid Jami Al Hidayah Bekasi

0 255

Lokasi Masjid Jami Al Hidayah

Masjid Jami Al Hidayah terletak di Jl. Raya Bungur, Pejuang, Bekasi Barat, Kota Bks, Jawa Barat 17131.

Masjid Jami Al Hidayah

Masjid Jami Al Hidayah dibangun pada tahun 1935 oleh para tokoh agama yang mempunyai pandangan revolusioner, seperti K.H. Noer Ali (almarhum), Ust. Burhanuddin, H. Thoha, dan lain-lain. Pada awalnya, masjid ini bemama Masjid Jami an-Nur, dibangun di atas tanah wakaf seluas 4000 meter persegi dari H. James danbeberapa orang lainnya. Kondisi bangunannya amat sederhana karena kondisi sosial-ekonomi umat yang pada waktu itu amat memprihatdnkan akibat penjajahan. Lantainy’a pun hanya tanah yang di atasnya diberi alas tikar pandan dengan daya tampung sekitar 70 orang. Meskipun demikian, masjid ini merupakan salah satu markas yang dijadikan basis untuk menggembleng para pemuda Islam menjadi cikal bakal laskar Hizbullah/ Sabilillah yang amat ditakuti penjajah.

Oleh karenanya, tidak heran jika pihak Belanda maupun Jepang sama-sama mencurigai aktivitas umat Islam Bekasi yang diadakan di masjid ini. Seperti yang dituturkan Ust. Burhanuddin, generasi pertama pengurus Masjid al-Hidayah ini. Ia pemah ditangkap serdadu Belanda ketika sedang mengajar di masjid. Pasalnya, ada laporan yang sampai ke pihak Pemerirttah Kolonial bahwa ia menerangkan tafsir Al-Qur’an yang berkenaan dengan kewajiban jihad bagi orang-orang yang beriman.

Seperti diketahui, Pemerintah Kolonial Belanda melarang keras kepada siapa saja yang berani menerjemahkan Al-Qur’an ke dalam bahasa Melayu. Apalagi bila ayat-ayat itu mengupas tentang kewajiban berjihad fi sabilillah yang notabene mengajak orang untuk melawan kekuasaan Belanda.

Begitupun saat Jepang menggantikan posisi Belanda dalam menjajah negeri ini, masjid ini pun tidak luput dari pengawasan yang ekstra ketat. Rupanya pihak intelijen Jepang telah mencium adanya gerakan bawah tanah yang dikomandokan dari masjid ini. Akan tetapi, sampai sejauh itu pihak Jepang tidak pemah menemukan bukti yang menguatkan laporan pihak intelijennya itu. Hal itu tidak lain karena kelihaian dan kehati-hatian para pengurus masjid yang didukung seluruh jamaah. Sehingga, dalam waktu yangbersamaan dua kepenting- an dapat diselamatkan, yaitu kepentingan siar agama dan kepentingan pergerakan kemerdekaan Tanah Air.

Setelah kemerdekaan Republik Indonesia berhasil diselamatkan maka pengurus masjid semakin berkonsentrasi memusatkan segenap renaga dan pikirannya untuk membangun masjid ini. Maka, setiap tiga ahun selalu dilakukan perluasan bangunan masjid. Lambat laun, Masjid al-Hidayah menjadi semakin permanen.

Source Masjid Jami Al Hidayah Bekasi Jawa Barat
Comments
Loading...