Masjid Ikhsaniyyah Jambi

0 90

Lokasi Masjid Ikhsaniyyah

Masjid Ikhsaniyyah terletak di Seberang Pusat Kota Jambi yang dibelah sungai Batanghari, tepatnya di kawasan Olak Kemang, kecamatan Danau Teluk, Jambi.

Masjid Ikhsaniyyah

Masjid Ikhsaniyyah ini didirikan pada tahun 1880 oleh seorang habib bernama Sayyid Idrus bin Hasan Al-Jufri. Sayyid Idrus adalah sultan atau raja yang berkuasa di daerah itu pada dekade akhir abad ke-19 dengan gelar Pangeran Wiro Kusumo. Masjid Batu ini didirikan Sayyid Idrus untuk memenuhi fungsi tempat ibadah bagi masyarakat seberang kota Jambi. Masyarakat kota Jambi waktu itu yang sudah fanatik keislamannya memanfaatkannya sebagai tempat ibadah dan kegiatan sosial lainnya.

Bangunan dalam masjid dipenuhi dengan hiasan kaligrafi berbagai rupa. Mimbar asli berdiri anggun di sisi kanan mihrab. Sementara beduk peninggalan terdahulu berada di bagian belakang ruang salat. Ciri mencolok dari masjid ini adalah banyaknya jendela. Jendela-jendela yang dipasang berpasangan itu mengelilingi masjid. Hanya tembok mihrab yang tak berjendela.

Sekitar tahun 60-an, masjid Ikhsaniyyah merupakan tempat orang menyelesaikan sengketa. Jika ada orang berselisih perihal kepemilikan tanah, tuduhan mencuri, dan lain sebagainya orang akan membawa perkara itu ke masjid dan mengambil sumpah dengan disaksikan para pendudk dan pemuka agama. Menurut Habib Salim, seorang pengurus masjid, masjid ini diyakini memiliki keramat tersendiri karena jika ada yang berani bersumpah palsu di dalamnya, maka dia akan mengalami bala atau hal lainnya.

Karenanyalah, pada masa itu Masjid Batu amat masyhur dan tak ada seorang pun yang berani mengambil risiko bersumpah palsu di dalamnya. Banyak orang-orang yang berdusta yang awalnya berani bersumpah di dalamnya. Namun, setelah sampai mereka tak berani dan mengakui perbuatannya. Jika ada yang bersalah dan tak mengakui perbuatannya sampai diambil sumpahnya, orang itu akan menggelepar tak sadarkan diri. Dan jika ia sudah sadar biasanya orang yang bersalah itu akan mengakui perbuatannya.

Namun sayang, tradisi itu sudah hilang sama sekali. Tak ada lagi orang yang menjadikan masjid itu sebagai sarana mempertemukan kebenaran dan mencari keadilan. Tradisi sumpah itu mulai terlupakan, hanya kalangan tua saja yang mengetahui kisah tersebut.

Source http://forumpecintabangunankuno.blogspot.co.id/ http://forumpecintabangunankuno.blogspot.co.id/2015/06/masjid-ikhsaniyyah-kota-jambi.html#more
Comments
Loading...