Masjid Ganting Sumatera Barat

0 178

Lokasi Masjid Ganting

Masjid Ganting terletak di Jalan Ganting No 3, Kelurahan Ganting Selatan Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Propinsi Sumatera Barat. 

Masjid Ganting

Masjid Ganting merupakan mesjid tertua di kota Padang yang pada awalnya didirikan sebagai sarana pemersatu 8 suku yang ada di kota Padang. Masjid ini juga pernah menjadi pusat pergerakan perjuangan kemerdekaan tahun 1945.

Masjid Ganting, didirikan sekitar tahun 1700 an. Bertepatan dengan dibangunnya pelabuhan Ema Haven, atau pelabuhan kini yang dikenal dengan pelabuhan Teluk Bayur. Masjid yang memiliki dua menara dan satu kubah utama ini, berkembang menjadi sarana pemersatu 8 suku yang ada di kota Padang. Masjid ini memiliki 8 pintu, dengan tiang penyangga masjid berjumlah 25 buah sesuai nabi dan rosul.

Sejak dibangun, masjid ini belum pernah dipugar secara besar-besaran kecuali penambahan bangunan depan sepanjang 20 meter. Sejak tahun 1950, pengelolaan masjid ini diambil alih oleh pemda kota Padang dan diserahkan kepada masyarakat Ganting untuk mengurusnya. Karenanya masyarakat Ganting sangat menjaga keberadaan masjid yang dinilai memiliki sejarah yang cukup penting.

Bangunan Masjid Ganting

Masjid Raya Ganting bergaya neo klasik eropa. Dilihat dari kontruksi masjid yang berbentuk tumpang, masjid Raya Ganting tergolong masjid kuno. Masjid kuno memiliki ciri-ciri khas seperti berdenah persegi panjang, mempunyai serambi di depan atau di samping ruang utama, mihrab dibagian barat, pagar keliling dengan satu pintu utama, dan beratap tumpang. Di Tanah Air, bentuk atap tumpang yang berkembang cukup beragam mulai dari 2 tingkat hingga 7 tingkat. Masjid Raya Ganting memiliki atap tumpang berjumlah 5 tingkat. Semua ciri-ciri masjid kuno tersebut bisa dijumpai pada pola bangunan Masjid Raya Ganting.

Pintu masjid berjumlah 8 buah dengan bentuk yang berbeda antara ruang utama dengan pintu sisi bangunan. Ukuran pintu rata-rata 2,45 x 1,7 meter yang terbuat dari kayu dan kaca. Pada bagian atas pintu terdapat hiasan kerawang. Masjid kuno tersebut memiliki 16 jendela dengan ukuran 2,25 x 1,7 meter dengan hiasan kerawang di atasnya.

Pada bagian serambi depan terlihat 4 tiang tipe Doric kembar yang terletak pada padestal berbentuk balok. Pada serambi samping masjid terdapat tiang berbentuk segi enam dan tambun yang bagian atasnya terdapat hiasan pelipit-pelipit rata. Bentuk tiang tersebut mengingatkan pada bentuk tiang Order Doric pada arsitektur Eropa.

Bangunan tua bersejarah itu dihiasi dengan seni hias Eropa seperti ukiran piala pada entablature dinding sisi luar, parapet (tiang-tiang kerdil), panil-panil yang berhiasan lubang kunci. Dinding bangunan bagian dalam dihias dengan pilaster sederhana. Sedangkan dinding sebelah timur dihias pilaster berbentuk order doric kembar bergalur. Seni hias tradisional juga menghiasi bangunan masjid bagian atap berbentuk tumpang.

Source http://bujangmasjid.blogspot.co.id http://bujangmasjid.blogspot.co.id/2010/09/masjid-ganting-padang.html
Comments
Loading...