Masjid Cipto Mulyo Boyolali

0 116

Lokasi Masjid Cipto Mulyo

Masjid Cipto Mulyo terletak di Desa Pengging, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Propinsi Jawa Tengah. Lokasi masjid ini sangat mudah ditemui hanya berjarak sekitar 3 km dari jalan raya Semarang Solo atau sekitar 15 km dari pusat Kota Boyolali.

Sejarah Singkat Masjid Cipto Mulyo

Masjid Cipto Mulyo Pengging di Boyolali merupakan masjid peninggalan dari Sunan Pakubuwono X di tahun 1838. Kata cipto mulyo berasal dari bahasa Jawa yang berarti menciptakan suatu kemuliaan di dunia dan akhirat. Masjid ini berada sebelum memasuki gerbang menuju makam seorang pujangga Keraton Surakarta yaitu R.Ng. Yosodipuro.

Menurut sejarahnya, masjid yang ada di Pengging ini didirikan oleh ayah R.Ng. Yosodipuro yaitu Tumenggung Padmonegoro. Saat itu Tumenggung Padmonegoro menjabat sebagai Bupati Pekalongan yang diangkat oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo. Pada awal pendiriannya oleh Tumenggung Padmonegoro, masjid tersebut dinamakan Masjid Karangduwet. Kemudian masjid tersebut direnovasi oleh Pakubuwono X. Setelah renovasi selesai, Pakubuwono X mengubah namanya menjadi Masjid Cipto Mulyo.

Bangunan Masjid Cipto Mulyo

Bangunan masjid ini termasuk dalam bangunan kuno dengan nuansa Jawa. Desain masjid dibuat khas Jawa yaitu berbentuk limasan seperti pendopo. Jika masuk ke dalam masjid maka akan terlihat pilar masjid yang terbuat dari kayu jati dan dicat berwarna krem. Masjid ini didirikan di atas batur dengan tinggi sekitar 75 cm. Masjid Cipto Mulyo didirikan di atas lahan seluas 15.750 m2 dengan luas bangunan 230 m2. Pintu masuk masjid ini menghadap ke arah tenggara.

Di tiang depan masjid terdapat papan kayu dengan tulisan berbahasa Jawa dalam huruf latin. Tulisan tersebut merupakan tanda dari tanggal saat dilakukan renovasi oleh Pakubuwono X. Huruf latin di tiang depan masjid tersebut bertuliskan Adegipun Masjid Cipto Mulyo Pengging – Banyudono – Boyolali, Selasa Pon 14 Jumadil Akhir 1838 Je yang artinya berdirinya Masjid Cipto Mulyo Pengging – Banyudono – Boyolali pada hari Selasa Pon 14 Jumadil Akhir 1838. Je diartikan sebagai tahun keempat dalam penanggalan Jawa yang jika dikonversikan dalam tahun Masehi yaitu 1909 M. Diperkirakan pembangunan masjid ini hampir berbarengan dengan pendirian tempat peristirahatan kaum bangsawan Keraton Surakarta.

Bagian atas pintu terdapat ornamen kayu dengan tulisan HBX. Di serambi sebelah kanan masjid terdapat bedug besar yang dilengkapin kentongan besar. Di sebelahnya terdapat papan pengumuman masjid. Karena posisi masjid yang miring 24º ke arah utara maka di tengah serambi masjid dapat ditemukan tanda arah mata angin untuk menunjukkan arah kiblat.

Di ruang utama masjid terdapat saka guru berjumlah 4 buah yang terbuat dari kayu jati dan dicat dengan warna krem agar senada dengan warna dinding. Atap masjid yang berbentuk tumpang atau limas terlihat meruncing dari dalam ruang utama masjid ini. Untuk mmperlancar sirkulasi udara diberikan jendela dan dilengkapi dengan kipas angin. Di ruang utama ini terdapat mimbar kayu yang berada di samping mihrab. Di atas mihrab terdapat ornamen kayu bertuliskan 3 huruf Arab. Pada awal pendirian Masjid Cipto Mulyo Pengging, atap masjid dibuat dari sirap. Namun sekarang sudah diganti dengan atap dari kayu.

Source Masjid Cipto Mulyo Jawa Tengah
Comments
Loading...