Masjid Al-Ikhlas Bengkulu Tengah

0 19

Masjid Al-Ikhlas Bengkulu Tengah

Masjid yang terletak di Desa Padang Betuah, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu. Didirikan oleh beberapa orang tokoh agama yang ada di desa padang betuah, yaitu :1. H. Mansyur yang merupakan imam pertama 2. H. Hanafiah 3. H. Hakim 4. H. Kamarudin 5. H. Yusuf. 6. H.ishak, sekitar tahun 1800.

Pembangunan awal masjid ini didirikan dengan swadaya masyarakat. Menurut keterangan beberapa masyarakat sekitar awalnya masjid ini di bangun dengan atap rumbia dan dinding bambu (pelupuh), bangunan masjid ini didirikan di atas tanah wakaf dari bapak H. Hanafiah dan bapak H. Hakim.

Dahulunya, menurut Sukri, keturunan pendiri Masjid Al-Ikhlas yakni H Mansyur, masjid awalnya digunakan sebagai pusat penyebaran agama Islam dan tempat berkumpulnya masyarakat dalam mengusir penjajah yang juga dipimpin oleh H Mansyur.

Masjid Al-Ikhlas menempati tanah wakaf, seluas 395 m2 dan luas bangunan masjid 80 m2, dapat menampung 320 jemaah. Awalnya masjid beratap alang-alang. Namun secara keseluruhan saat ini masjid tidak ada pemugaran yang mengubah bentuk masjid.

Tiang-tiang penyangga masjid yang terbuat dari kayu disusun tidak terputus namun saling menyambung. Penggunaan paku tidak dominan, namun lebih menggunakan pasak kayu.

Dinding masjid terbuat dari semen, namun bagian dalam dinding itu tidak diisi dengan batu bata, melainkan bambu (bidai). Bambu itu dibelah dan dipecah-pecah, yang dijadikan sebagai pengganti batu bata. Lalu batang bambu itu setelah disusun baru ditutup dengan semen. Ini rahasia mengapa masjid selalu kokoh tak rusak karena gempa.

Saat ini masjid tertua di Bengkulu ini tidak lagi digunakan untuk shalat masyarakat desa karena ukurannya yang kecil sekitar 6 x 6 meter. Masyarakat membuat masjid yang lebih besar. Namun masjid tua tersebut hanya digunakan anak-anak untuk belajar mengaji.

Source https://gpswisataindonesia.wordpress.com https://gpswisataindonesia.wordpress.com/2016/07/26/masjid-al-ikhlas-bengkulu-tengah-bengkulu/
Comments
Loading...